Hari kesembilan belas Nina mengurus Tuan Burroughs, pria tua itu meminta Nina memutarkan sebuah CD di atas mejanya. Nina mengambil CD itu dan tertegun. Di sana ada potret wanita telanjang, memakai sepatu merah, stocking hitam jala-jala, dengan posisi mulut setengah menelan bola merah kecil.
Nina mengabaikan permintaan Tuan Burroughs. Di dalam, pria tua itu berbicara, tapi Nina tidak mengerti semua yang diucapkan Tuan Burroughs.
Malam itu, Nina menelepon Stuart, Nina meminta izin mengunjungi Charles. Stuart menawarkan diri mengantar Nina. Malam bersalju deras, mobil mereka melaju menuju pusat kota. Stuart menurunkan Nina, lalu pergi lagi. Malam itu. Ketika Nina dan Charles tengah minum-minum menyesali musim dingin yang panjang, Joe Nicholson menerobos ke dalam kedai dengan membawa pistol. Joe menyeret Nina keluar dari kedai Charles. Joe menodongkan pistol di kepala Nina.
“Aku tidak suka polisi, Charles,” ancam Joe Nicholson. Pria itu kemudian mendorong tubuh Nina. Nina tersungkur di jalanan. Joe menduduki tubuh Nina. Dia mencekik leher Nina. Charles panik. Dia kemudian memasuki kedainya. Dia keluar dari sana dengan membawa bat pingpong. Charles menghantamkan bat itu di kepala Joe Nicholson. Pria itu tersungkur. Bunyi tembakan terdengar.
Nina meloloskan tubuhnya dari Joe. “Pergilah, pergilah!” teriak Charles. Nina menyetop taksi dengan wajah shock. Dia kembali ke Steamboat Springs.
Nina tiba di rumah danau dalam kondisi kedinginan. Dia langsung menuju kamar mandi. Dia mengguyur tubuhnya di dalam kamar mandi. Nina tidak menangis. (f)