Foto : 123RF
Duel? Digigitnya bibirnya yang kering. Duel adalah tindakan membela diri demi sebuah kehormatan. Mungkin saja pertarungan itu tidak seimbang, sebab lawannya sebentuk benda mati. Dinding itu cuma berdiri diam di hadapannya, pasrah menunggu eksekusi sang algojo.
Dahayu menggelengkan kepala. “Putih bukanlah warna.” Suaminya mengerutkan kening. “Maksudmu?” “Putih adalah terang, sedangkan hitam adalah gelap. Keduanya tidak termasuk dalam lingkaran warna yang pernah kupelajari di sekolah. Tentunya kau paham, Sayang, rumah ini membutuhkan warna agar tampak cantik.” Sesaat jemari Dahayu lincah membolak-balik brosur berisi beragam jenis cat tembok yang diperolehnya cuma-cuma dari sebuah toko bahan bangunan. Pada halaman tengah ia berhenti dan menatap baik-baik foto ruangan yang dicat dengan warna memukau.
"Nih, lihatlah, aku ingin melapis dinding dengan warna kuning pisang.” Dahayu menyodorkan brosur kepada suaminya yang menyambarnya dengan malas. “Kuning tidak bisa menghasilkan suasana elegan,” pria itu mengernyitkan hidungnya yang mancung.
Topic
#cerpen, #fiksifemina