Apa sebenarnya yang dimaksud dengan empati? Menurut pakar perkembangan anak Gwen Dewar, inti dari sikap empati adalah rasa peduli terhadap orang lain. Bukan sekadar mampu menempatkan diri di posisi orang lain, orang yang mampu berempati juga memiliki keinginan untuk membantu mereka yang sedang kesusahan. Dalam buku karyanya, UnSelfie: Why Empathetic Kids Succeed in Our All-About-Me World, pakar psikologi pendidikan Michele Borba menekankan pentingnya punya sikap empati di tengah kondisi masyarakat yang makin individualis dan narsistik.
Sikap empati bisa mencegah anak melakukan tindakan egoistis yang merugikan orang lain, seperti curang, perundungan, dan mencuri. Menurut Michele, mengembangkan sikap empati juga berguna untuk mencegah gangguan kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan. Studi di Universitas California mengungkap, komponen kunci dari empati, yaitu kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, sudah mulai terbentuk sejak usia 18 bulan. Meski terbentuk secara alami, kemampuan seseorang untuk berempati juga dipengaruhi oleh pola asuh dan lingkungan.
Berikut tip untuk membantu anak memelihara dan mengembangkan sikap empati:
1. Asah kecerdasan emosi
Bukan hanya anak, orang tua juga bisa berbagi emosi yang sedang dirasa, misalnya ketika Anda sedih melihat liputan tentang bencana alam di televisi. Dengan melakoni latihan ini, anak akan memiliki kecerdasan emosi yang lebih baik dan memiliki kemampuan lebih besar untuk mengembangkan empati terhadap orang lain.
2. Beri contoh yang baik
3. Beri apresiasi
4. Ajak bersyukur
Baca Juga:
Jangan Mager! Aktif Berolahraga Tingkatkan Imunitas Anak
Jangan Lakukan 5 Hal Ini Terhadap Guru Anak Anda
Kembali Beraktivitas #DiRumahSaja, Isi dengan Kegiatan Seru Bersama Anak, Ini Inspirasinya
Topic
#empati, #pendidikananak, #sikapanak, #tumbuhkembanganak, #mentalanak