Family
Tantangan Parenting Orang Tua Milenial Dari Informasi hingga Strangers

13 Aug 2019


Dok: Unsplash.com

Tak dipungkiri beda zaman beda pula tantangan menjadi orang tua. Lantas apa yang menjadi tantangan parenting bagi orang tua milenial? Saskhya Aulia Prima, M.Psi, psikolog, mengungkap ada 4 tantangan utama dalam perenting masa kini, yaitu: anak mudah terpapar informasi dan juga strangers, anak tidak mudah mempercayai informasi yang diterima (termasuk dari orangtua), orang tua tidak bisa mengawasi anak selama 24 jam, dan kesibukan orang tua sehari-hari menjalankan berbagai peran di kehidupannya.
 
Keempat tantangan tersebut sangat berkaitan dengan era globalisasi dan kemajuan teknologi, sehingga tidak dipungkiri anak jadi semakin mudah terpapar informasi hingga strangers. Banyaknya informasi dari berbagai arah yang menerjang anak ibarat air bah ini bisa menjadi masalah. Salah satunya, menurut Saskhya adalah menyebabkan anak menjadi tidak mudah memercayai informasi yang diterimanya, termasuk informasi dari orang tua.
 
Di lain sisi, kemajuan teknologi juga membuka ruang bagi anak untuk bertemu dan berinteraksi dengan lebih banyak orang. Termasuk dalam hal ini orang-orang yang tidak mereka kenali atau strangers.
 
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Harus disadari bahwa setiap inovasi yang diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia dan memberikan banyak kemudahan, juga bisa berdampak buruk. Tergantung bagaimana kita menyiasati dan bijak menggunakan semua itu.
 
Bagi anak-anak yang belum bisa bijaksana memilah mana yang positif dan negatif dari efek teknologi ini, Saskhya mengingatkan untuk selalu mendampingi anak ketika mereka sedang menjelajah di dunia maya. Selain itu, jalin komunikasi yang baik dengan anak juga dapat meningkatkan kepercayaan anak untuk selalu ‘curhat’ pada orang tua tentang kondisi apapun yang ia alami.
 
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi, yang akrab disapa Kak Seto - dalam rilis yang dikirimkan oleh imoo, watch phone yang dirancang khusus untuk komunikasi serta keamanan anak - mengatakan bahwa teknologi ibaratnya sebilah pisau yang bisa memberikan efek positif dan negatif tergantung penggunaannya yang tentunya harus dengan monitoring dari orang tua.
Advertisement
 
Kak Seto juga mengungkapkan teknologi yang baik untuk anak yaitu teknologi yang diarahkan untuk kepentingan anak, yang tidak mengesampingkan hak anak untuk tumbuh secara optimal, termasuk hak belajar, bermain, dan mengandung unsur keamanan dan perlindungan bagi anak. (f)


Baca Juga: 
Adopsi Hewan Peliharaan Buat Anak Belajar Bertanggung Jawab
Cara Menjelaskan Perpisahan Orang Tua Kepada Anak Berdasarkan Usia
Berapa Batas Berat Maksimal Tas Sekolah Anak Yang Sehat?




 
 

Faunda Liswijayanti


Topic

#parenting

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?