Festival Pahlawan Anak digelar di Main Atrium Gandaria City, Jakarta, pada 13-16 Agustus 2026. Menandai 50 tahun Save the Children Indonesia, festival ini membawa isu perlindungan anak ke format yang lebih mudah dicerna keluarga: pameran imersif, permainan edukatif, diskusi, hingga pertunjukan musik.
Mengusung tema Act Now, Save Lives, festival ini berangkat dari gagasan sederhana bahwa perlindungan anak tidak hanya berlangsung di ranah kebijakan atau institusi. Di rumah, orang tua bisa memulainya dengan mendengarkan anak, menghargai pendapat mereka, mengenalkan batas tubuh, serta menciptakan ruang yang membuat anak merasa aman untuk bercerita,
“Peran kita dapat dimulai dari hal-hal sederhana: mendengarkan anak, menciptakan ruang yang aman, menghargai pendapat mereka, dan hadir ketika mereka membutuhkan dukungan,” kata Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia.
Dari Najwa Shihab hingga Maudy Ayunda
Festival menghadirkan cukup banyak nama dari dunia media, musik, film, dan keluarga. Najwa Shihab, Maudy Ayunda, Rossa, Kris Dayanti, Putri Ariani, Nadine Chandrawinata, Quinn Salman, Angga Sasongko, Cut Malaya Ayesha, Amora Lemos, Salman Aristo, Gina S. Noer, hingga Efek Rumah Kaca dijadwalkan terlibat dalam sesi diskusi maupun pertunjukan.
Topiknya mencakup pengasuhan, pendidikan, kesehatan, kreativitas, hingga perlindungan anak. Yang penting, percakapan tidak hanya datang dari perspektif orang dewasa. Perwakilan jejaring anak dan orang muda Save the Children Indonesia juga dilibatkan untuk menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka.
Festival dibuka dengan dukungan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Turut hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, serta Ketua TP PKK DKI Jakarta, Hani Pramono Anung.
Belajar soal tubuh hingga siaga menghadapi bencana
Bagian yang relevan untuk dikunjungi bersama anak adalah sejumlah aktivitas yang menerjemahkan isu cukup serius menjadi pengalaman yang lebih interaktif.
Sementara di area Edu Fun Games, anak dapat belajar menyiapkan Tas Siaga Bencana, mengenal komposisi makanan bergizi melalui permainan Isi Piringku, serta memahami batas dan perlindungan tubuh lewat permainan Tubuhku Adalah Milikku. Materi seperti ini membuat festival punya fungsi lebih dari sekadar agenda akhir pekan keluarga.
Bersamaan Festival Pahlawan Anak, Gandaria City juga menjalankan program donasi buku anak melalui Pakuwon Peduli.
Pesan Festival Pahlawan Anak cukup praktis untuk dibawa pulang: Perlindungan anak dibangun dari kebiasaan sehari-hari di rumah, bagaimana orang dewasa mendengarkan, menghargai batas, dan memberi anak ruang untuk bersuara. (f)
Baca juga:
Gaya Hidup Aktif, Jaga Tulang Kuat
Mikael Jasin Membawa Omakafé Pulang ke Akar Lewat Season Terbaru
Hongqi, Merek Mobil Tertua di Tiongkok, Resmi Masuk Indonesia
Trifitria Nuragustina