Foto: tokopedia.com, narakata.com, indonesiana.merahputih.com
Bekel
Nama bekel diambil dari permainan bikkelen (Belanda) yang juga menggunakan logam yang disebut bikkels. Meski kelihatannya mudah, permainan ini butuh konsentrasi tingkat tinggi. Sambil melempar bola karet dengan satu tangan, kita kudu terampil menyebar dan mengambil enam biji bekel yang terbuat dari kuningan atau kerang.
Bekel menyerupai knucklebones—disebut juga astragaloi, hucklebones, dibs, jackstones, chuckstones, atau fivestones—yaitu permainan kuno yang dimainkan menggunakan lima benda-benda kecil dan dipercaya sebagai peninggalan Romawi Kuno, Yunani, dan Mesir.
Congklak
Conglak hanya bisa dimainkan oleh dua orang. Katanya, nih, kalau seorang cewek jago main congklak artinya dia akan mahir mengelola keuangan atau menguasai manajemen. Soalnya dengan strategi yang tepat, ‘lumbung’ kita bakal terus dipenuhi biji congklak, deh.
Engklek
Katanya, permainan keseimbangan badan ini berasal dari Hindustan. Berhubung tersebar hampir ke seluruh Indonesia, muncul istilah berbeda-beda untuk menyebutnya. Seperti pacih di Aceh, cak ingking gerpak di Sumatera Selatan, siki doka di NTT, dan masih banyak lagi.
Kata engklek berasal dari bahasa Jawa. Permainan ini dilakukan dengan cara melompati gambar kotak-kotak di atas tanah menggunakan satu kaki. Sebelumnya kita harus melempar batu pipih atau kereweng (pecahan genting) ke dalam kotak, tapi kotak yang berisi batu ini nggak boleh sampai terinjak.
Kalau di Inggris, engklek disebut hopscotch (main jingkat). Sementara orang India menyebutnya stapu atau kith-kith, di Spanyol dinamai rayuela, Belanda punya hinkelen, dan Mexico mengenalnya sebagai avioncito yang artinya pesawat kecil—mungkin karena disesuaikan dengan bentuk kotaknya. (f)
Topic
#tradisional