Foto: Fotosearch
Irina - Bandung
Saran Irma Makarim
Bagi tiap anak, terutama yang masih balita, perceraian orang tua membawa dampak tersendiri. Dalam kondisi seperti itu, sebenarnya akan lebih baik bila Anda mulai membuka diri terhadap anak Anda. Keterbukaan perasaan akan membuat anak merasa lebih dilibatkan dalam keluarga. Namun, perhatikan usia dan daya tangkap anak Anda. Ungkapkan secara bertahap sesuai dengan usia anak.
Keterbukaan seperti itu akan membantu anak Anda untuk mengerti dengan kondisi yang sedang ia alami. Andalah yang paling tahu kesiapan Anda untuk meningkatkan persahabatan menjadi langkah yang lebih serius. Tentu semua langkah perlu memperhitungkan kesejahteraan Anda dan anak.
Saran Monty Satiadarma
Anda benar, si kecil belum mampu memahami apa yang terjadi. Tak layak pula jika ia memiliki pengertian negatif tentang orang tuanya. Menjelaskan kondisi seperti ini memang sulit karena si kecil bisa merasa ditinggalkan. Ia mungkin bertanya mengapa dirinya ditinggalkan.
Anda bisa menyampaikan kepadanya bahwa ayah sedang pergi dan mungkin baru akan kembali dalam waktu yang lama. Belum tentu juga ayah bisa kembali karena ia pergi cukup jauh. Berikan keyakinan bahwa ayahnya tetap memikirkan dan mencintai dirinya. Anak perlu merasa dirinya dicintai dan disayangi. Jika dalam usia terlalu muda anak merasa ditinggalkan, hal tersebut akan berdampak negatif karena akan membuat dirinya merasa kurang bermakna.
Menjawab pertanyaan si kecil mengapa Anda sendiri belum menikah lagi, Anda bisa menyampaikan bahwa Anda amat menyayangi dirinya dan Anda amat menikmati kebersamaan bersama dengan dirinya. Hal ini akan memperkuat perasaan bermakna dalam diri si kecil dalam proses perkembangannya sehingga ia akan bertumbuh kembang dalam perasaan dicintai dan tidak ditinggalkan oleh orang tuanya. (f)
Baca juga: Hak Asuh Setelah Perceraian
Topic
#perceraian