Foto: Fotosearch
1. Tekankan pada perilaku anak, bukan pada pribadinya. Percayalah, semua anak itu baik hanya kadang perilakunya bisa salah. Ketika Anda mengajarkan anak naik sepeda dan ia gagal, Anda tidak langsung memarahinya, bukan? Anda pasti menyemangatinya dan memberinya petunjuk untuk melakukannya lebih baik, seperti dijelaskan Rex Forehand, Ph.D. dan Nicholas Long, Ph.D. dalam buku Parenting the Strong-Willed Child: The Third Edition.
2. Berteriak hanya untuk menghentikan seketika perilaku balita yang berbahaya, bukan untuk memarahi anak. Misalnya katakan, “Stop!” ketika dia ingin memegang api. Jangan dilanjutkan, “Kamu nakal!” Tanyai balita mengapa dia mau memegang api, lalu jelaskan alasan Anda melarangnya.
3. Hindari gertak sambal. Jika Anda menegur sekali, Anda bisa mengulanginya lagi satu kali. Jika teguran Anda masih tidak dia hiraukan, pertimbangkan hukuman secara bijak, contohnya dengan “mengambil” apa yang menjadi kesenangan anak.
4. Menegur atau memarahi dalam batas wajar masih boleh, tapi hindari sampai memukul anak. (f)
Baca Juga:
- 5 Strategi Membesarkan Anak Bahagia
- Yuk, Ajarkan Kebiasaan Berolahraga untuk Anak Sejak Dini
- Efek Film Biru Pada Anak
SAN/ERN
Topic
#anak, #pendidikananak