Foto: Pixabay
1/ Risiko alergi pada anak umumnya meningkat bila terdapat riwayat penyakit atopik dalam keluarga seperti dermatitis atopik, asma, atau rhinitis alergi, dilahirkan lewat operasi caesar, dan terpapar asap rokok.
2/ Menurut Konsultan Alergi Imunologi Anak Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(K), M.Kes, gejala akibat alergi susu sapi dapat menyerang sistem gastrointestinal (50-60%), kulit (50-60%), dan sistem pernapasan (20-30%). Adapun reaksi yang timbul dapat berupa eksim di kulit, sesak napas, kolik, diare berdarah, dan konstipasi. Bila diabaikan, keadaan ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan anak.
4/ Alergi protein susu sapi ini cenderung lebih sulit dikendalikan, karena alergen bisa hadir dalam berbagai bentuk selain susu, seperti kue, puding, dan sup yang mengandung susu sapi. Maka, orang tua harus tanggap mencermati kandungan dalam makanan dan lekas menangani reaksi alergi pada anak. Namun, psikolog Anna Surti Ariani S.Psi., M.Si., Psi. mengingatkan, orang tua tak perlu khawatir berlebihan, agar anak tidak tumbuh menjadi pencemas dan kurang percaya diri karena batasan pola makan yang harus dipatuhinya.
5/ Terapkan langkah 3K dalam menanggapi alergi pada anak: Kenali risiko dan gejala alergi dengan mengenal sifat anak dan kondisi lingkungan. Konsultasikan ke dokter agar anak mendapatkan diagnosis dan penanganan alergi yang tepat; kendalikan penyebab alergi dengan menyesuaikan gaya hidup dengan kebutuhan anak, termasuk dalam hal asupan nutrisinya.
(Sumber: Konferensi Pers Kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K (Kenali, Konsultasikan, dan Kendalikan) oleh Sarihusada, Selasa (17/5).) (f)
Baca juga:
- 5 Faktor yang Memperburuk Kondisi Alergi
- 3 Langkah Orangtua Tanggap Alergi pada Anak
- Alergi Tak Mengenal Usia
Topic
#KesehatanAnak , #Alergi