Career
Cara Bijak Bertindak Kala Perusahaan Diterpa Gosip

18 May 2016


Foto: Fotosearch

Maunya, sih, kita bisa bekerja di suatu perusahaan besar yang memberikan gaji oke, fasilitas lengkap, dan jam kerja asyik. Dengan kata lain: perusahaan mapan yang bikin kita nyaman. Tapi apa jadinya, tuh, jika kantor justru diterpa gosip nggak sedap sehingga bikin kita cemas terhadap kelangsungan karier?
           
Ketika mengalami situasi seperti ini, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mencari tahu dulu kebenaran beritanya. Setelah itu, barulah kita bisa mengambil tindakan. Berikut contoh kasus gosipnya, plus penjelasan dan tip dari Wesmira Parastuti (Mia), M.Psi, konsultan karier dari Wesmira Psychological & Recruitment Services….
 
#Tanpa bonus
Tidak adanya bonus seperti tahun-tahun sebelumnya nggak selalu menjadi indikasi perusahaan bangkrut. Ini semua tergantung regulasi perusahaan dalam pemberian bonus tahunan. Misalnya, nih, bonus baru diberikan jika profit perusahaan di atas persentase tertentu. Jadi jika bonus tahunan dirumorkan akan lenyap, mungkin saja ini terjadi karena profit tidak mencapai target.
           
“Namun, ini bisa jadi lampu kuning untuk para karyawan mengapa profit yang bisanya memenuhi target jadi menurun,” jelas Mia.
           
Jika benar penyebabnya adalah profit yang menurun, artinya kita sebagai karyawan mesti bekerja lebih maksimal lagi—bekerja sama dengan para atasan tentunya.
 
#Perusahaan diakuisisi
Akuisisi membuka peluang perubahan struktur organisasi. Hasilnya, posisi para karyawan bisa berubah—dari segi area kerja,  tanggung jawab, ataupun level. Oleh karena itu, cari tahu dulu perubahan apa saja yang kira-kira akan terjadi. Tujuannya, agar kita bisa mendapat gambaran seberapa besar dampak akuisisi pada posisi kita.
           
“Jika kira-kira berubah, apakah akan sesuai dengan harapan atau minat kerja kita?” tambah Mia. Kalau merasa perubahannya terlalu berat dan tidak sesuai harapan, baru kita bisa menyiapkan plan B yaitu coba peruntungan di tempat lain.
 
#Bos baru
Asyiknya, sih, memang bekerja dengan atasan yang sudah kita kenal—lebih nyaman, sih. Tapi, jangan keburu antipati begitu mendengar akan ada bos baru. Namanya juga hidup, pastinya selalu saja ada perubahan, termasuk di dalam dunia kerja.
           
Daripada cemas sendiri, mendingan kita cari tahu hal-hal yang  berkaitan dengan (calon) bos baru. Dengan mengetahui latar belakang tempat dia bekerja, karakter, dan kebiasaannya, kita pun jadi lebih siap untuk bekerja sama dengannya. Kita nggak terlalu tersiksa, deh, terhadap perubahan yang ada.
 
#Pengurangan karyawan
Advertisement
PHK memang bikin hati ketar-ketir. Ini dia, nih, yang harus kita lakukan jika berhembus gosip tentang pengurangan karyawan.

“Komunikasikan dengan pihak yang berwenang di perusahaan untuk mencari tahu apakah kita juga akan ‘dirumahkan’. Jika info tetap belum didapat, berusahalah untuk selalu bekerja profesional tapi tetap mawas diri dan mencari peluang untuk langkah selanjutnya,” ujar Mia.

Apakah kita lebih baik bertahan, atau mencoba cari pekerjaan lain sebelum kita benar-benar dipecat? Ini tergantung kita. Konsekuensi yang diterima oleh satu orang, kan, belum tentu sama dengan orang lain. Misalnya, pengurangan karyawan dan mendapat pesangon bisa jadi suatu anugerah bagi seseorang yang ingin melakukan usaha sendiri namun kurang modal. Tentunya uang pesangon bisa menjadi modal.

Namun, pengurangan karyawan akan menjadi ‘neraka’ bagi karyawan yang berharap naik jabatan dan menerima gaji lebih tinggi. Dalam situasi ini, begitu rumor muncul, kita pun bisa berusaha mencari peluang di tempat lain.

“Yang perlu diingat, tempatkanlah loyalitas pada kemajuan diri, bukan semata-mata untuk kemajuan perusahaan. Jangan sampai kita pontang-panting bekerja keras namun nggak mendapat hasil sepadan,” jelas Mia.
 
#Bos terlibat kasus kriminal
Mendengar gosip kalau bos terkena kasus kriminal memang nggak menyenangkan. Nah, hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah kenyamanan diri pribadi. Apakah kita akan merasa nyaman saat berada di bawah pimpinan seorang ‘kriminal’? Jika ini mempengaruhi performa kerja kita, tentulah kita harus berpikir untuk mencoba bekerja di perusahaan lain.

Lain halnya jika kita masih tetap bisa produktif dalam bekerja. Kita bisa bertahan dan mengabaikan kasus kriminal tersebut, deh, terutama jika hak yang kita terima dari perusahaan nggak berkurang. Yang nggak kalah pentingnya, pastikan juga kalau pekerjaan saat ini memang sesuai dengan passion kita.
 
#Perusahaan akan ditutup
Nggak ada kamus baku untuk harus bertahan atau meninggalkan perusahaan yang sedang goyah. Ini, sih, tergantung kita yang menjalankan. Yang penting, nih, perhatikan konsekuensi atas keputusan yang akan kita ambil.
           
“Misalnya kita tiba-tiba mengundurkan diri tanpa ada persiapan untuk melakukan yang lain. Ini justru kurang baik bagi kita—selain penghasilan terputus, kita juga nggak punya aktivitas lain,” ujar Mia.
           
Kalau pun memang benar perusahaan akan ditutup, tentunya ini tidak dilakukan segera. Masih ada waktu, tuh, untuk melakukan persiapan. Kita dapat mulai mengirim lamaran ke perusahaan-perusahaan, atau fokus mempersiapkan buka usaha sendiri.

Namun selama masih bekerja, tetaplah melakukan yang terbaik. Jika bos kita puas dengan hasil kerja kita, dia nggak akan keberatan dijadikan referensi kita saat melamar kerja di perusahaan lain. (f)
 
 


Topic

#gosipkantor

 


MORE ARTICLE

polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?