Sudah berapa bulan kantor Anda memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah alias work from home (WFH)? Dengan ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir, kemungkinan WFH bisa terus berlangsung hingga waktu yang tidak bisa ditebak pula.
Nyatanya, setelah berbulan-bulan dan mulai terbiasa dan paham cara menyiasati kendala terkait teknologi dan jaringan internet, ada hal yang tidak disadari bisa membuat produktivitas kerja menurun. Minim tatap muka dan berinteraksi langsung dapat membuat hilangnya ikatan emosi dan lunturnya etos kerja dalam perusahaan. Ini bisa memengaruhi motivasi karyawan dan ujung-ujungnya produktivitas kerja ikut terganggu.
Bagi perusahaan yang sudah lama mengadopsi gaya kerja jarak jauh, ini sudah lama disadari. Bahkan Harvard Business Review telah melakukan survei tentang hal ini pada tahun 2017. Kesimpulannya, dari 1.153 orang yang disurvei, terdapat kecurigaan antar karyawan hingga perasaan tersisih.
Sementara itu menurut MIT Sloan Management Review (MIT SMR), kurangnya kontak fisik dan wajah saat WFH dapat menimbulkan perasaan terisolasi dan kurang mendapat dukungan dari rekan kerja dan perusahaan.
Sebagai pemimpin berikut beberapa pendekatan yang bisa dilakukan seorang pemimpin untuk membuat menjaga semangat kerja dan produktivitas.
1/ Cek setiap karyawan secara rutin dan teratur. Kemampuan untuk menjaga porsi yang tepat di sini sangat penting.
2/ Sesekali ungkapkan betapa setiap karyawan memengaruhi kesuksesan perusahaan.
3/ Jaga hubungan personal. Tak ada salahnya mencairkan suasana rapat virtual dengan menanyakan keadaan karyawan dan keluarganya.
4/ Tak terbatas berkomunikasi dalam rapat formal, Anda bisa berkomunikasi secara lebih santai di ruangan percakapan lain.
5/ Dorong karyawan untuk saling membantu, memberi petunjuk, meminta saran, dan mencari solusi bersama.
6/ Pemimpin yang baik akan melibatkan setiap orang dalam rapat sehingga tidak ada perasaan tersisihkan.
7/ Jika tim kerja terbagi antara yang berada di kantor dan di rumah, pastikan mereka yang berada di kantor pun ikut dalam rapat virtual.
8/ Jangan hanya menuntut kesigapan karyawan, beri contoh dengan siaga dan ada saat dibutuhkan untuk konsultasi pada jam kerja. (f)
Baca Juga:
Memasuki Era New Normal, Ini 7 Adaptasi Skill yang Perlu Dilakukan Praktisi PR
Wanita Lebih Rentan Kehilangan Pekerjaan dalam Krisis COVID-19
Rapat Terus Menerus Tak Akan Jadi Produktif. Berikut Tip Mengatur Rapat Lebih Efektif
Topic
#karier, #leadership, #workfromhome, #WFH