Pada akhir tahun dan jelang Natal, beberapa perusahaan memiliki tradisi untuk memberikan hadiah sebagai apresiasi kepada karyawan. Ada juga yang memberikan hadiah untuk rekan kerja sebagai ungkapan kebahagiaan telah bekerja sama dengan baik sepanjang tahun. Tapi haruskah Anda juga memberikan hadiah bagi atasan?
Tidak sedikit karyawan yang memberikan hadiah bagi atasan, entah itu saat akhir tahun atau saat kesempatan lain. Tapi menurut penulis buku Resilient Management, Lara Hogan, seperti dikutip oleh Huffpost, ini sebaiknya tidak dilakukan. Hadiah yang diberikan pada atasan yang memiliki pengaruh dalam karier Anda di perusahaan, bisa berarti lebih dari sekadar hadiah.
Menurutnya, seorang atasan jelas-jelas memiliki kekuasaan terhadap Anda dan fasilitas yang lebih baik, karena itu memberikan hadiah bagi atasan akan terasa sangat aneh dan menimbulkan rasa canggung dan kesan negatif di antara rekan kerja. Anda tidak mau terkesan menyuap atasan agar mendapat perlakuan lebih istimewa, bukan?
Ini disetujui Alison Green, founder situs Ask A Manager. Menurutnya ini akan merusak dinamika kekuasaan dalam hubungan atasan-bawahan. Maksudnya, hadiah di tempat kerja harusnya mengalir dari atasan ke bawahann, bukan sebaliknya. Seorang bawahan boleh-boleh saja menerima hadiah dari atasan, tapi seorang karyawan atau bawahan sebaiknya tidak memberikan hadiah pada orang yang lebih superior. Seorang manajer tidak seharusnya mengambil keuntungan dari bawahannya, yang secara logika memiliki penghasilan lebih kecil dari mereka.
Dalam hubungan kerja dan karier, hadiah terbaik yang bisa diberikan dari atasan untuk bawahan dan sebaliknya adalah apresiasi berupa ucapan terima kasih atas bantuan dan kerjasama rekan kerja atau atasan yang diberikan terhadap karier Anda. Tak perlu panjang lebar, cukup buat ucapan singkat, jujur, namun berkesan. (f)
Baca Juga:
Tip Merekrut dan Membuat Karyawan Betah
10 Keterampilan Terkait Teknologi Paling Dicari di LinkedIn
7 Cara Pasti Meningkatkan Karier untuk First Jobber
Topic
#karier