6 Pertimbangan Sebelum Resign Ramai-ramai
18 Jul 2016
Ada kalanya karyawan dari suatu perusahaan memutuskan untuk
berhenti kerja berbarengan. Trans Corp pernah mengalaminya ketika ratusan karyawan mengajukan
resign dan sebagian besar dari mereka pindah ke perusahaan yang sama. Hal ini juga menimpa produsen ponsel HTC, saat beberapa CEO mengundurkan diri.
Nah, bagaimana jika hal seperti ini menimpa perusahaan tempat kita bekerja? Apakah kita mengikuti arus alias
resign juga? Pertimbangkan dulu untung ruginya….
Asyiknya, nih….
Meski pindah kerja, kita tetap bekerja sama dengan orang-orang lama alias rekan kerja di perusahaan sebelumnya. Jadi lebih mudah beradaptasi, deh.
Nggak bisa dipungkiri, gaji dengan nominal lumayan pasti menjadi iming-iming suatu perusahaan yang berani mengajak kita dan rekan-rekan pindah ke tempatnya. Intinya: penghasilan kita jadi lebih besar.
Bagi kita yang memang sudah bosan dengan pekerjaan lama, ikut ‘bedol desa’ pastilah jadi godaan berat. Kita jadi punya tantangan, nih, untuk berkarya di perusahaan yang budayanya masih belum kita pahami betul.
Risikonya, nih….
Jika kantor baru kita adalah perusahaan yang masih hijau alias belum lama dibuka, bersiaplah menerima kemungkinan terburuk, yaitu gagal bersaing dengan perusahaan lain. Jika sudah begini, bisa-bisa kita kena PHK.
Nama kita di perusahaan lama jadi negatif, apalagi jika kita mengajukan
resign dadakan sehingga meninggalkan posisi kosong. Jika bos lama dendam, bisa-bisa dia menjelekkan nama kita pada perusahaan lain.
Awalnya dijanjikan ada bonus lebih dari satu kali setahun dan ada fasilitas asuransi plus transportasi. Namun, belum tentu ini direalisasikan dengan mulus. Bukan nggak mungkin, tuh, kita malah merindukan kantor lama yang menyediakan gaji lebih sedikit, namun punya fasilitas lengkap.
(f)
Topic
#resign