Foto: Pixabay.com
Seorang atasan dituntut untuk bisa memastikan proses kerja berjalan dengan baik, membangun suasana kebersamaan, kerja tim yang solid, serta penyelesaian konflik yang tidak berlarut-larut untuk mencapai target perusahaan. Itulah sebabnya, seorang atasan harus memiliki kompetensi dalam berbagai hal, seperti conflict management skill, coaching and counseling skills, serta problem solving and decision making skill. Mediasi merupakan bagian dari keterampilan mengelola dan menyelesaikan konflik.
Berikut beberapa langkah yang penting diperhatikan atasan dalam mediasi konflik bawahan:
1/ Atasan harus pintar-pintar memilah mana konflik bawahan yang benar-benar butuh perhatian dan mediasi. Kenali duduk permasalahannya dnegan jelas, agar lebih mampu memisah dan memilah mana akar masalahnya.
3/ Mulailah dengan menyelesaikan satu pokok permasalahan, lalu dari sini Anda bisa mengurai lagi masalah yang ada hingga konflik bisa terselesaikan. Orientasinya harus ke depan, fokus pada job desc dan KPI (key performance indicators) yang telah ditetapkan. Profesionalisme menjadi kuncinya.
Baca juga:
4/ Jalinlah komunikasi yang baik dengan kedua belah pihak agar tidak ada kesan keberpihakan. Komunikasi yang asertif, lugas, namun tetap ada personal touch perlu dilakukan atasan agar kedua belah pihak merasa nyaman dan dihargai sebagai manusia. Jika memang dibutuhkan, tidak ada salahnya melibatkan pihak ketiga, seperti psikolog industri, untuk melihat dan menggali lebih dalam konflik yang terjadi.Dengan ditangani oleh profesional, masalah dan penyelesaiannya bisa lebih efektif.
5/ Ketika masalah sudah diselesaikan, maka tak perlu lagi mengungkit-ungkit masalah yang pernah timbul. Dengan demikian, kedua belah pihak akan merasa lebih nyaman dan bisa lebih fokus pada pekerjaan dan tanggung jawabnya. (f)
Faunda Liswijayanti
Topic
#TipKarier