Foto: Fotosearch
1. Gunakan logika
Boleh, kok, bangga karena performa kerja Anda ternyata sampai ke telinga perusahaan lain, tapi… nggak perlu langsung mengiyakan tawaran tersebut. Anda, kan, nggak mau juga dicap matre, he he he. Minta waktu setidaknya satu minggu untuk menyelediki latar belakang ‘lamaran’ tersebut. Apakah masa depan Anda akan terjamin di sana, betulkah perusahaan murni tertarik pada skill Anda atau sebenarnya ingin mengintip rahasia kompetitornya? Pokoknya, think before you act!
2. Kalau menerima
3. Kalau menolak
Segera katakan penolakan Anda secara lisan—melalui telepon juga boleh. Ucapkan terima kasih atas kesempatan yang mereka berikan dan Anda terbuka bila ada kerja sama lain di kemudian hari. Yap, basa-basi, tuh, perlu demi menjaga image profesional dan jejaring Anda.
4. Berubah pikiram
Anda sudah telanjur menerima tawaran, tapi ternyata perusahaan sekarang menahan Anda? Jangan gengsi buat nego, dong—apalagi kalau Anda sebenarnya masih ingin bekerja di situ. Toh, dengan bertahan Anda tetap untung, kan, gaji naik, tapi nggak perlu beradaptasi ulang. Dan, sebaiknya kabari perubahan keputusan ini a.s.a.p kepada ‘pelamar’ Anda. Bila telanjur menandatangani kontrak, sih, etikanya Anda harus memenuhi kewajiban. Maklum, reputasi Anda yang dipertaruhkan. Namun, bila merasa tawaran perusahaan sekarang lebih sesuai dengan tujuan karier dan prioritas Anda, ya, mau nggak mau kudu tebal muka untuk minta maaf kepada mereka. Sst, di kemudian hari jangan sampai Anda melamar pekerjaan ke sana, ya, he he he. (f)
Topic
#bantingsetir