Foto: Shutterstock
#1Mengubah Kesalahan Menjadi Berkah
Anggita (30), copy writer sekaligus endorser produk, kini menjadi campaign manager di sebuah perusahaan start up. Namun, setelah 6 bulan menjalani, Anggita merasa ternyata pekerjaannya tidak semudah yang ia bayangkan.
Menurut Mawar, ketika seseorang menampilkan dirinya di media sosial, ia harus punya sesuatu yang bisa ‘dijual’. "Ada kompetensi yang menjadi core kita, lalu kita tampilkan dalam media sosial. Itu yang membuat influencer bisa bertahan. Dia harus punya tema, punya sesuatu yang memang dirinya, dan ada kekuatannya," katanya.
Tidak semua orang yang berhasil di media sosial, juga memiliki kompetensi seperti yang ia tunjukkan di media online. Sebaliknya, tak sedikit orang yang jauh lebih kompeten, tetapi sayangnya tidak jago atau tidak ingin menampilkan dirinya di media sosial. Ketika kesempatan itu berhasil diraih, setidaknya seorang influencer sudah selangkah lebih maju.
Mengutip James Altucher, penulis buku Choose Yourself, tujuan atau target yang tinggi harus dimulai dari perjalanan selangkah demi selangkah. Ketika satu peluang kecil terbuka, tinggal bagaimana seseorang mau terus meningkatkan progress, practice, dan persistence. Selalu mencari kemajuan, mau terus berlatih, dan tekun.
Topic
#karier, #wankar