Situasi ini akrab bagi kamu yang harus membagi waktu antara pekerjaan, kuliah, dan urusan pribadi.
Menambah kopi atau mencuci muka mungkin terasa seperti solusi tercepat, tetapi ada cara lain untuk membantu tubuh kembali lebih segar tanpa harus terus-menerus mengandalkan kafein.
1/ Bergerak sebentar
Duduk berjam-jam di depan laptop bisa membuat tubuh terasa lesu. Karena itu, coba berdiri, berjalan sebentar, melakukan peregangan ringan, atau mengambil minum.
Pergerakan singkat membantu memecah rutinitas duduk dan bisa membuat tubuh terasa lebih segar. Kalau memungkinkan, berjalanlah selama beberapa menit di sekitar ruangan atau keluar sebentar untuk mencari udara segar.
Daripada memaksa mata tetap terbuka sambil menatap layar, beri tubuh jeda agar lebih siap kembali bekerja.
2/ Minum air putih
Kadang-kadang, ketika kita sibuk mengejar deadline, minum dan makan justru terlupakan. Padahal, kekurangan cairan dapat memengaruhi konsentrasi dan membuat tubuh terasa lelah.
Jika memang lapar, kamu bisa pilih camilan yang mengandung protein atau serat, seperti yogurt, kacang-kacangan, atau buah dengan selai kacang. Kombinasi tersebut bisa membantu mengganjal perut di sela pekerjaan.
Namun, jangan berharap makanan atau minuman tertentu langsung menghilangkan kantuk jika tubuh kamu sebenarnya memang membutuhkan tidur.
3/ Atur ulang strategi nugas
Ketika mengantuk, membaca dokumen panjang atau mengerjakan tugas monoton bisa terasa dua kali lebih berat.
Coba kamu ubah strategi: Pecah pekerjaan menjadi bagian-bagian kecil, lalu kerjakan satu per satu. Misalnya, selesaikan satu bagian laporan terlebih dahulu sebelum beralih ke tugas berikutnya.
Kamu juga bisa mengambil jeda singkat secara berkala agar pikiran nggak terus dipaksa fokus.
Jika kantuk sudah berat, tidur singkat sekitar 10-20 menit dapat membantu meningkatkan kewaspadaan sementara.
Hindari tidur terlalu dekat dengan waktu tidur malam jika itu mengganggu jadwal istirahatmu.
Ingat, produktif bukan berarti harus melawan kantuk sepanjang malam. Jika mata kamu terus terpejam dan konsentrasi menurun, tidur yang cukup lebih bermanfaat daripada memaksakan diri menyelesaikan semua pekerjaan dalam kondisi separuh (nyaris) terlelap. (f)
Brianna Relisha