Foto : 123RF
1/ Layangkan undangan dengan respek.
Perhitungkan posisi jabatan dan jadwal dari kolega atau mitra kerja yang Anda undang. “Makin senior jabatan tamu yang diundang, maka undangan tersebut harus dilayangkan minimal seminggu sebelum hari pertemuan,” ungkap Meike. Pasalnya, pejabat senior ini biasanya telah memiliki agenda dalam satu pekan. Hargai hal ini dengan tidak memberikan undangan secara mendadak.
Lakukan hal ini bersamaan dengan saat melayangkan undangan. Apa tujuan pertemuan itu, apakah ada bahasan khusus, atau sekadar berjejaring dan ramah tamah. Jika hendak membahas sesuatu, akan sedetail apa bahasannya.
Persiapkan alat bantunya, apakah Anda hanya perlu membuka presentasi melalui laptop, atau perlu mencetak bahan untuk dibaca. Ini menunjukkan sikap profesional kita, bahwa kita memperlakukan orang dengan respek dan bahwa kita sedang menargetkan adanya kemajuan melalui pertemuan ini.
Jika kita hendak membicarakan sesuatu yang membutuhkan perhatian, fokus yang tinggi, dan hal-hal yang detail seperti data, lebih baik tidak digabungkan dengan kesempatan jamuan makan. “Namun, pembicaraan dengan jamuan makan masih mungkin untuk topik pembicaraan high level demi membahas apa yang bisa kita sinergikan bersama-sama,” jelas Meike.
Topic
#karier