Lifestyle
Aesop Women’s Library Rayakan Suara dan Kisah Perempuan Lewat Buku

13 Oct 2026

Selama tiga hari tempat ini jadi sanctuary di tengah keriuhan pekan seni dengan membaca buku. Foto: Dok. L’Oreal Indonesia


Banyak alasan mengapa kini membaca buku jadi sebuah kemewahan, padahal membaca buku (fisik) bisa jadi momen meditasi tersendiri—antara lain terhanyut pada ceritanya, serta terpaku pada ‘wangi kertas’ yang terhirup sayup-sayup. 

Buku juga bisa jadi jembatan perkenalan, seperti yang dilakukan AESOP, sebelum membuka butik pertamanya di Indonesia.

Aesop, jenama perawatan kulit asal Australia, lebih dulu mengajak publik Jakarta berkenalan melalui Aesop Women’s Library, yang menghadirkan koleksi buku karya penulis perempuan di Art Jakarta 2026, pada 2-4 Oktober 2026. 

Pemandangan menyenangkan melihat para perempuan asyik membaca buku pilihan setelah rela lama antre. Foto: Dok. Dok. L’Oreal Indonesia

Pengunjung bisa membaca buku-buku yang telah dikurasi selama di sana, kemudian memilih satu buku secara cuma-cuma untuk dibawa pulang, selama persediaan masih ada—lengkap dengan pembatas buku yang disemprotkan aroma Aesop pilihan masing-masing. 

Bukan sekadar perpustakaan pop-up, inisiatif ini menjadi bagian dari minat Aesop terhadap sastra dan kekuatan kata-kata. Nama Aesop sendiri terinspirasi seorang pencerita ulung di zaman Yunani kuno. Sejak awal, literatur menjadi salah satu sumber inspirasi jenama ini, sekaligus medium untuk mendorong kegiatan membaca dan menulis.

Diluncurkan pada 2021, Aesop Women’s Library telah mendistribusikan lebih dari 160.000 buku di berbagai belahan dunia. 

Pilih buku yang bisa kamu bawa pulang, dapatkan pembatas buku dan stempel dari Aesop, seperti di perpustakaan sebenarnya. Foto: Dok. Dok. L’Oreal Indonesia

Program ini memberikan ruang bagi suara perempuan yang kurang terwakili atau kerap dibungkam, dengan keyakinan bahwa tulisan dapat membuka wawasan, menumbuhkan keberanian, dan mempererat hubungan antarmanusia.

Untuk edisi 2026 bertajuk Body of Work: From Pulse to Page, perhatian diarahkan pada tubuh perempuan sebagai penghubung antara pengalaman pribadi dan dunia luar. 

Melalui tulisan yang mengangkat tubuh perempuan, koleksi ini merayakan beragam identitas dan pengalaman yang mungkin selama ini luput dari perhatian. Pengalaman fisik dan personal diterjemahkan menjadi bahasa yang dapat membuka ruang pemahaman baru.

Berdiskusi bersama para pria yang ikut mendukung Aesop Women’s Library di Art Jakarta 2026. Foto: Dok. L’Oreal Indonesia

Koleksi Aesop Women’s Library di Art Jakarta 2026 terdiri atas tujuh judul berbahasa Inggris dan Indonesia, mencakup beragam tema serta genre. 

Ada The Book of Forbidden Feelings (Lala Bohang), Mengingat Rasa yang Terlupakan (Syarifah Nadhirah), Na Willa dan Rok Biru (Reda Gaudiamo), Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam (Dian Purnomo), Semua Ikan di Langit (Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie), Sihir Perempuan (Intan Paramaditha), serta Tarian Bumi (Oka Rusmini).

Pemilihan buku melibatkan rekomendasi dari para Aesopians—sebutan bagi tim Aesop—serta toko buku dan penerbit lokal, termasuk Gramedia. Selama perpustakaan ini dibuka, pengunjung juga dapat berkonsultasi dengan konsultan Aesop untuk menemukan bacaan yang sesuai minat mereka.

Perpustakaan pop-up jadi perkenalan dengan Aesop sebelum jenama ini buka di Plaza Senayan dan Ashta District 8. Foto: Dok. L’Oreal Indonesia

Kehadiran Aesop Women’s Library di Jakarta jadi pengantar menuju pembukaan butik pertama Aesop di Indonesia, yang direncanakan hadir di Plaza Senayan dan ASHTA District 8. 

Melalui inisiatif tersebut, Aesop membawa pesan bahwa merawat rasa ingin tahu sama pentingnya dengan memberi ruang bagi cerita yang belum banyak terdengar. 

Sebuah buku mungkin terlihat sederhana, tetapi kisah di dalamnya dapat membuka perspektif baru—dan menjadi awal dari hubungan yang lebih dekat dengan dunia di sekitar kita. (f)

Baca juga:
Art Jakarta 2026: Menilik Rasa Lewat Seni
Senayan City Rilis Buku Essence & Presence dan Fashion Nation 20th Edition: The Icon Edit, Pembuka Perayaan Dua Dekade
Pameran dan Koleksi 1830, Ketika Sejarah Dipakai dan Terus Dikenang
 

Zornia Harisantoso


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?