Menjelang hari raya, setiap pegawai seolah tak sabar menunggu turunnya THR. "Lumayan, bisa untuk tambah ongkos berlibur panjang," ungkap Wanti (25), sekretaris yang memang masih lajang dan hobi traveling. Lain lagi dengan Sofia (32), "Buat saya uang segitu banyak biasanya tak bertahan sampai dua minggu. Paling banyak sih untuk mengirim orang tua di Samarinda. Sudah dua tahun ini tidak bisa mudik, maklum, anak saya masih bayi, belum bisa diajak pergi jauh-jauh," ungkap pegawai negeri sipil itu.
Berbeda dengan Lusi (34). Karena berencana ingin membeli rumah, maka sudah dua tahun belakangan ia langsung ’mengunci’ THR nya di bank. "THR saya langsung masuk tabungan. Kalau tidak begitu, mimpi punya rumah sendiri tidak akan pernah tercapai. Sementara separo dari THR suami kami kirim untuk orang tua," jelas copywriter ini.
Kalau Anda, sebagian besar THR habis untuk apa? Bagi opini Anda di sini. Delapan opini paling menarik akan tampil di majalah femina*.
* pihak redaksi femina akan menghubungi Anda jika terpilih, untuk konfirmasi data dan meminta foto (jika diperlukan).