Foto: Fotosearch
Ternyata, justru karena ada terlalu banyak tontonan dalam segala rupa, tayangan-tayangan baru malah kesulitan untuk menonjol di antara yang lain. Walaupun banyak dari mereka yang berhasil melambungkan angka penonton, seperti Empire dan Game of Thrones, kebanyakan acara baru harus puas dengan rating yang rendah atau pas-pasan, sehingga pemasukan televisi dari iklan pun rendah.
Berita tentang dihidupkannya kembali serial-serial ini pun datang sepotong-sepotong. Terutama karena biasanya para aktornya di-approach satu per satu, dan deal kontrak mereka pun tidak terjadi dalam waktu bersamaan. Hal ini membuat para penggemar makin penasaran, dan makin sering berkicau di media sosial. Gilmore Girls misalnya. Ketika kabar tersiar bahwa serial kesayangan ini akan dibuat lagi, orang pun sibuk berspekulasi, kira-kira siapa saja karakter lama yang akan kembali? Lalu, setelah dua karakter utamanya dipastikan kembali, siapa saja kekasih mereka yang juga akan datang lagi? Pengumuman tentang kembalinya 3 mantan kekasih Rory itu datang selang beberapa bulan.
Tampaknya, tim marketing Gilmore Girls tahu betul bahwa tiap kekasih Rory memiliki penggemar masing-masing, yang sudah pasti akan heboh menyambut berita gembira itu dengan kicauan di media sosial. Kalau sudah begitu, yang paling penting adalah ‘reuni’ dengan karakter kesayangan di layar kaca. Soal plot dan cerita, jadi nomor dua. (f)
Topic
#serialtv