Trending Topic
Kasus Omicron Capai 414 Orang, Ini 7 Langkah Pencegahan Rekomendasi WHO

10 Jan 2022


Foto: Shutterstock

 

Kementerian Kesehatan mencatat penambahan total kasus konfirmasi Omicron hingga Sabtu (8/1) sebanyak 414 orang. Ada penambahan kasus sebanyak 75 orang pada Sabtu (8/1). 

Secara keseluruhan selama Desember 2021 kasus konfirmasi Omicron sebanyak 136 orang, sementara pada tahun 2022 hingga 8 Januari sebanyak 278 orang. 

Dari 414 orang, sebanyak 31 orang dengan kasus transmisi lokal. Sisanya merupakan pelaku perjalanan luar negeri. Selain itu, kebanyakan dari yang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap. 

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan karena hal tersebut pemerintah meminta masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan luar negeri jika tidak terlalu penting. 

"Sebagian besar kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu masyarakat diharapkan menunda dahulu jika ingin pergi ke luar negeri," kata dr. Nadia, Minggu (9/1). 

Kasus penularan Omicron paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Meski seseorang telah divaksinasi COVID-19 dua dosis, virus tersebut tetap bisa menginfeksi. 

Artinya vaksinasi tidak menjamin seseorang terhindar dari virus COVID-19. Bahkan kebanyakan kasus konfirmasi Omicron saat ini telah menginfeksi mereka yang telah lengkap vaksinasinya. "Kita harus waspada, jangan sampai tertular. Wajib disiplin terapkan protokol kesehatan meski sudah divaksinasi, jangan sampai tertular dan menularkan,” ucap dr. Nadia. 
 

Gelombang Omicron di India

​Omicron memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan varian Delta. Di Indonesia, pergerakan Omicron terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021. 

Advertisement

Untuk mencegah agar penyebaran Omicron semakin meluas, Kemenkes mendorong daerah untuk memperkuat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment), aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan cluster-cluster baru COVID-19 dan segera melaporkan dan berkoordinasi dengan pusat apabila ditemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya. 

Hal ini perlu dilakukan berkaca pada kasus Omicron di India yang meningkat pesat hanya dalam hitungan hari. "Kita tidak boleh lengah, jangan sampai gelombang ketiga terjadi di Indonesia. Jangan sampai apa yang terjadi di India terjadi juga di Indonesia, dimana dalam 10 hari terakhir terjadi kenaikan tren kasus dari 6 ribuan menjadi 90 ribuan kasus konfirmasi omicron. Ini yang kita hindari" tutup dr. Nadia. 

Pada Minggu (9/1/2022) India melaporkan 159.632 kasus baru COVID-19 akibat varian Omicron yang terus menyebar dengan cepat di negara ini. Gelombang ketiga COVID-19 tersebut membuat pemerintah India memberlakukan beberapa pembatasan baru. 

Negara bagian terkaya di India, Maharashtra misalnya memberlakukan ketentuan untuk menutup kolam renang dan pusat kebugaran mulai hari Senin (10/1/2022). Sementara sekolah dan perguruan Tinggi telah ditutup hingga 15 Februari 2022, setelah kasus harian di negara bagian ini melonjak menjadi lebih dari 41.000. Sedangkan untuk pekerja, hanya orang yang sudah divaksinasi lengkap yang diizinkan masuk kantor dengan pembatasan kapasitas hingga 50 persen dari total tenaga kerja. 

Seperti dilaporkan oleh Reauters, Kementerian Kesehatan India melaporkan 327 kematian baru, menjadikan jumlah kematian resmi sejak awal pandemi Covid-19 menjadi 483.790 orang. Total infeksi mencapai 35,52 juta.
 

7 Langkah Efektif Cegah Omicron Saran WHO

World Health Organization (WHO) memberikan sejumlah rekomendasi tindakan untuk negara dan individu agar melakukan langkah-langkah pencegahan varian Omicron. Dilansir dari laman resmi WHO, langkah yang paling efektif yang dapat dilakukan individu untuk mengurangi infeksi dan mencegah COVID-19, termasuk varian Omicron adalah: 

1/ Menjaga jarak fisik minimal satu meter dari orang lain. 

2/ Memakai masker dengan benar. 

3/ Membuka jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara di dalam ruangan. 

4/ Menghindari ruangan yang ramai dan bervintilasi buruk. 

5/ Mencuci tangan dengan sabun dan air. 

6/ Menerapkan etika bersin dan batuk. 

7/ Mendapatkan vaksin Covid-19 hingga dosis penuh. (f) 


Baca Juga: 
Indonesia Masuk 5 Besar Negara dengan Cakupan Vaksinasi COVID-19 Terbanyak di Dunia
Ini Syarat Penerima Vaksinasi Booster COVID-19
Total Ada 46 Kasus Omicron di Indonesia, Mayoritas Imported Case



Faunda Liswijayanti


Topic

#omicron, #covid19, #corona, #pandemi

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?