Trending Topic
Belajar dari Kasus Prilly Latuconsina, Inilah Rambu-Rambu dalam Menggunakan Media Sosial!

19 Apr 2016


Foto: Instagram

Belum lama ini netizen dihebohkan dengan beredarnya video Prilly Latuconsina, yang berisi curahan hati Prilly tentang kedekatan dirinya dengan Aliando Syarief. Pasalnya, di video ini Prilly mengeluarkan kata-kata kasar terkait keluarga Aliando dan fans yang tidak mendukung hubungan mereka.
 
Kasus ‘curhat’ di dunia maya tidak hanya terjadi di kalangan artis, tapi juga orang biasa seperti kita. Tina, karyawan swasta, pernah merasa terganggu oleh status temannya di Facebook yang isinya keluhan-keluhan. Mulai dari pekerjaan yang dianggap menyebalkan, hingga dirinya yang sakit-sakitan.
 
“Jika sekali, sih, tidak apa-apa. Tapi, kalau terus-terusan, kan, bosan juga. Ada beberapa hal yang sebaiknya disimpan sendiri. Kalau curhat terus, orang lain jadi tahu tentang kisah hidupnya,” ujar Tina.
 
Jika Tina ‘lelah’ mendengarkan curhat temannya, maka Nanda, penulis lepas, justru pernah menjadi ‘pelaku’. Dia mengakui kalau sedang kesal kepada seseorang, dia akan menuliskan isi hatinya di media sosial.
Advertisement
 
“Saya memang tidak frontal menyebutkan nama alias no-mention, tapi saya akan membahas kelakuannya secara general di Twitter. Untung, kini saya sudah bisa lebih mengontrol diri. Kalau bete, saya lebih baik curhat langsung dengan teman,” ujar Nanda.
 
Media sosial memang memudahkan kita dalam melakukan interaksi, termasuk curhat. Namun, kita harus menyadari kalau curhat di media sosial yang sejatinya merupakan ruang publik dapat menyebar sangat cepat dibandingkan curhat secara personal, misalnya pada sahabat dekat. Jika sudah begini, siap-siap, tuh, segala hal yang kita ucapkan atau lakukan dihujat banyak orang.
 
Agar curhatan kita enggak menjadi kasus di media sosial seperti kasus Prilly, berikut ‘rambu-rambu’ yang harus diperhatikan:
  1. Filter konten yang akan kita bagi di media sosial. Jangan posting ucapan yang memojokkan pihak lain, apalagi jika tanpa bukti.
  2. Hindari penggunaan nama, instansi, atau perusahaan saat mengungkapkan kekesalan. Kita dapat dianggap merusak nama baik dan bisa dituntut lewat jalur hukum!
  3. Lebih baik posting fakta-fakta yang berguna untuk publik, misalnya tentang jalanan rusak, pohon yang roboh, atau hal-hal lainnya yang sifatnya informatif.
  4. Saat sedang emosi, jauhkan diri kita dari gadget. Tenangkan diri dengan minum kopi, browsing hal-hal menyenangkan, atau curhat langsung dengan teman.
  5. Jika kita enggak bisa menahan diri dan tetap ingin mengeluarkan uneg-uneg di media sosial, gunakan kata-kata yang pantas dan sopan. Siap-siap menerima konsekuensi, seperti dicap cari perhatian atau ‘gila’ oleh netizen, jika ucapan kita kasar.
Baca juga:
Pamer Cinta di Media Sosial


 


Topic

#prillylatuconsina

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?