Travel
Ikuti Jejak Aura Farming, Ini 3 Festival Perahu Dayung Ikonik di Indonesia!


13 Jul 2025

Festival Pacu Jalur di Kuansing, Riau, berikutnya bakal digelar pada 20-24 Agustus 2025. Foto: Dok. menpan.go.id


Siapa sangka, aksi seorang bocah di perahu Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, bisa mencuri perhatian dunia dan memicu tren "aura farming" di media sosial.


Fenomena viral ini bukan hanya menghibur, tapi juga membuka mata kita akan kekayaan budaya Nusantara yang luar biasa. 

Jika kamu salah satu yang terpikat pada semangat Pacu Jalur, bersiaplah untuk menyelami lebih dalam pesona festival perahu dayung lainnya di Indonesia.

AirAsia MOVE bahkan mengajak kita untuk merencanakan petualangan seru ini!

Pacu Jalur sendiri adalah tradisi yang sudah ada sejak abad ke-17. Lebih dari sekadar adu cepat, ini adalah simbol gotong royong yang kuat.

Tapi tahukah kamu, di berbagai penjuru Indonesia, ada festival perahu dayung lain yang tak kalah memukau dan punya keunikan masing-masing?

Yuk, intip tiga di antaranya yang wajib masuk daftar perjalananmu!

1/ Lomba Dayung Jukung di Banjarmasin: Menyelami Kota Seribu Sungai

Setiap tanggal 17 Agustus, kemeriahan Hari Kemerdekaan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dirayakan dengan cara unik: Lomba Dayung Jukung di Sungai Martapura.

Tradisi yang sudah berlangsung sejak 1924 ini bukan hanya ajang adu kekuatan, tapi juga wujud syukur dan upaya melestarikan jukung, perahu tradisional Banjar yang dulunya menjadi tulang punggung transportasi dan ekonomi masyarakat.

Saat Lomba Dayung Jukung di Banjarmasin berlangsung, Sungai Martapura pun jadi penuh warna. Foto: Dok. pariwisataindonesia.id

Warga Banjarmasin tumpah ruah di sepanjang Sungai Martapura, bersorak menyemangati para pendayung. Suasana yang penuh semangat ini dijamin akan jadi pengalaman tak terlupakan.

Setelah puas menyaksikan lomba dayung, jangan lewatkan pengalaman berbelanja di Pasar Terapung Lok Baintan. Di sinilah kamu bisa melihat langsung aktivitas jual beli dari atas perahu, mencicipi aneka jajanan tradisional, dan berinteraksi dengan pedagang lokal yang ramah.

Jelajahi juga kekayaan kuliner Banjarmasin! Jangan lewatkan Soto Banjar yang kaya rempah, Ketupat Kandangan dengan ikan gabus asapnya, atau bingka aneka rasa yang manis dan legit.

Advertisement
Kamu bisa menjelajahi Banjarmasin yang dijuluki "Kota Seribu Sungai" dengan perahu, menikmati pemandangan rumah-rumah di tepi sungai, dan merasakan denyut kehidupan yang sangat bergantung pada aliran air. 
 

2/ Festival Perahu Naga di Tangerang: Perpaduan budaya Tionghoa yang megah

Di Sungai Cisadane, Tangerang, kamu bisa menemukan salah satu Festival Peh Cun atau Festival Perahu Naga tertua di Indonesia, yang tak kalah seru dengan festival serupa di negara lain.

Mengadopsi budaya Tionghoa, festival ini menampilkan perahu-perahu panjang berhias kepala naga yang didayung oleh belasan orang dalam satu tim. Diiringi tabuhan tambur dan genderang yang bergemuruh, dentuman simbal, serta letupan petasan, suasana perlombaan ini sungguh memikat dan penuh semangat!

Festival Perahu Naga di Tangerang melintasi Sungai Cisadane. Foto: Dok. tangerangkota.go.id

Saksikan perahu naga yang gagah melaju cepat diiringi musik tradisional Tionghoa yang energik. Ini adalah pemandangan yang memicu adrenalin.

Selain balapan perahu, festival ini biasanya juga diisi dengan berbagai atraksi budaya Peh Cun seperti tarian barongsai, pertunjukan wushu, dan kuliner khas Tionghoa yang lezat.

Tangerang juga punya Pecinan, di mana kamu bisa menjelajahi klenteng-klenteng kuno dan mencicipi berbagai hidangan legendaris seperti Laksa Tangerang, Nasi Uduk Empal Gentong, atau Rujak Juhi.

Kamu juga bisa menemukan pusat perbelanjaan modern, taman kota yang asri, dan berbagai destinasi kuliner kekinian. Letaknya yang strategis dekat Jakarta, menjadikan destinasi ini opsi menarik untuk liburan singkat.
 

3/ Lomba Bidar di Palembang: Simbol kegigihan dan kekompakan di Sungai Musi

Mirip dengan Banjarmasin, Palembang di Sumatera Selatan juga punya festival balap perahu yang ikonik, yaitu Lomba Bidar di Sungai Musi. Digelar untuk merayakan Hari Kemerdekaan, kompetisi ini menampilkan perahu bidar sepanjang 25–30 meter yang didayung oleh lebih dari 20 orang. 

Perlombaan ini bukan hanya menguji kecepatan, tapi sarat makna: desain perahu yang ramping melambangkan kegigihan masyarakat, sementara gerakan mendayung serempak menjadi simbol kekompakan dalam meraih tujuan bersama. 

Sungai Musi berombak ketika lomba bidar digelar di Palembang. Foto: Dok. eventdaerah.kemenparekraf.go.id

Saksikan lomba bidar dengan latar belakang Jembatan Ampera, ikon kota Palembang. Setelah atau sebelum menyaksikan lomba, nikmati pengalaman susur Sungai Musi dengan perahu. Kamu bisa melihat pemukiman di tepi sungai, rumah rakit, hingga melihat aktivitas masyarakat sehari-hari.

Kunjungi destinasi sejarah seperti Benteng Kuto Besak atau Pulau Kemaro. Tentu saja petualangan kuliner di Palembang tak lengkap tanpa mencicipi aneka pempek dengan cuko yang khas, model, tekwan, dan berbagai hidangan lezat lainnya.

Palembang adalah salah satu kota tertua di Indonesia dengan sejarah Kesultanan Sriwijaya yang berjaya pada masanya. Keberadaan Sungai Musi sebagai jantung kehidupan kota ini menciptakan atmosfer yang unik dan khas.

Tiga festival perahu dayung ini hanyalah secuil dari permata budaya yang tersembunyi di Indonesia. Jadi, festival perahu dayung mana yang paling memanggil jiwamu untuk segera dijelajahi? (f

Baca juga: 
9 Kota di Asia dengan Akomodasi Paling Terjangkau Versi Agoda
Liburan Keluarga Anti-Bosan
Inspirasi Liburan Lebaran Menyegarkan di Atsiri Jawa



Faunda Liswijayanti


Topic

#wisata, #pacujalur, #lombaperahunusantara, #travel, #wisataindonesia

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?