Reviews
Spider-Man: Homecoming, Pembuktian Remaja Berusia 15 Tahun Agar Diterima Menjadi Anggota The Avengers

5 Jul 2017

Setelah membantu tim Avengers berperang melawan Captain America, Spider-Man alias Peter Parker (Tom Holland) kembali ke rutinitas sehari-harinya, yaitu sekolah. Namun, antusiasmenya untuk kembali menumpas kejahatan membuat konsentrasi Peter untuk belajar berkurang. Hampir di setiap saat, Peter memeriksa ponselnya karena berharap ada pesan dari Happy Hogan (Jon Favreau), asisten Iron Man atau Tony Stark (Robert Downey Jr.) untuk membantu avengers lagi.
 
Menunggu tanpa ada kabar Peter berinisiatif untuk menumpas kriminalitas yang ada di sekitarnya. Sambil mengenakan seragam spider-man yang diberikan Tony, Peter mencoba mencegah perampokan. Sayang ketika menjalankan aksinya, Peter malah menambah masalah karena orang yang dia tuduh pencuri mobil ternyata sang pemilik. Hingga akhirnya, dia menemukan suatu kasus yang lebih ‘berat’ ketika sekelompok pencuri di ATM membuat sebuah toko makanan favorit Peter terbakar gara-gara senjata yang mereka gunakan.
 
Rasa penasaran membantu Peter menemukan kelompok yang menjual senjata berteknologi canggih tersebut. Ketika permohonannya kepada Tony untuk menumpas penjahat ini tidak digubris, Peter bertekad untuk berjuang sendirian. Dia ingin membuktikan kepada Tony kalau dirinya bukan anak kecil lagi dan layak menjadi anggota resmi Avengers. Apalagi, Peter telah mengetahui kalau kostum spider-man miliknya ternyata berteknologi tinggi yang bisa membantunya berperang. Dia makin yakin, deh, untuk menangkap para penjahat.
 
Peter pun membuntuti musuhnya hingga ke kapal pesiar. Namun, niatnya untuk membantu malah berantakan. Di tengah pertarungannya melawan Vulture (Michael Keaton), pemimpin kelompok bersenjata yang juga memiliki kostum hi-tech, kapal jadi terbelah dan terancam tenggelam. Beruntung Iron Man muncul untuk membantu menyatukan kapal kembali. Sayangnya, kelompok Vulture berhasil melarikan diri.
 
Kecewa dengan Peter yang tidak mendengarkan anjurannya agar menjauhi bahaya, Tony memutuskan untuk mengambil kembali kostum spider-man. Suasana hati Peter pun menjadi gloomy, sehingga membuatnya memutuskan untuk berkonsentrasi kepada wanita pujaan hatinya, Liz (Laura Harrier), yang juga merupakan kakak kelasnya. Namun saat mengunjungi rumah Lis sebelum menghadiri pesta sekolah, Peter menemukan fakta baru tentang kelompok bersenjata yang menjadi musuhnya. Dibantu sahabatnya, Ned (Jacob Batalon), Peter berusaha menuntaskan misinya sekali lagi. Berhasilkah Peter mencegah musibah dengan hanya bermodalkan kostum abal-abal buatannya sendiri? Lihat dulu trailernnya berikut ini.

 



Ketika Tom Holland muncul sebagai Spider-Man di film Captain Amerika: Civil War, banyak kritikus yang memujinya. Bahkan menurut Independent, meski hanya tampil sekitar 10 menit, Tom dianggap sukses memerankan Spider-Man sehingga membuat penonton sejenak lupa dengan Toby Maguire dan Andrew Garfield, pemeran Spider-Man sebelumnya. Tidak heran, ketika Marvel Studios mengumumkan akan ada film Spider-Man terbaru, pencinta film sangat antusias menantikannya.
 
Advertisement
Tidak sia-sia penonton menunggu. Tom bisa dengan baik membawakan sosok Peter Parker sesuai usianya yang berusia 15 tahun. Di usia ini, wajar jika seorang remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar dan ingin membuktikan kalau dirinya adalah pria dewasa. Inilah yang Tom sukses lakukan, membawakan sosok remaja nerd sekaligus sangat antusias terkait hobinya, yaitu menumpas kejahatan. Tidak jarang kita dibuat tertawa melihat aksinya, tapi di waktu bersamaan juga ‘gemas’ karena Peter suka tidak berpikir panjang sehingga malah menimbulkan masalah.
 
Chemistry Peter dan Tony Stark juga tidak boleh dilewatkan. Meski tidak banyak bersama, adegan saat ada mereka selalu menghibur. Beberapa kali, Tony terlihat berperan sebagai ayah Peter, melalui nasihat-nasihat yang diberikannya dengan gaya khasnya yang sinis namun kocak. Ini sesuai pernyataan Jon Watts, sang sutradara, yang menyatakan kalau Tony memang menjadi sosok ayah bagi Peter, sedangkan Happy adalah sang kakak. Keberadaan mereka, plus Captain Amerika yang menjadi tokoh di video panduan di sekolah Peter, menjadi satu kesatuan yang padu yang akan selalu membuat kita tertawa.
 
Bagi pencinta film produksi Marvel, tentulah Spider-Man wajib ditonton. Seperti film superhero lainnya, banyak adegan perkelahian yang sebenarnya belum layak ditonton anak di bawah 13 tahun. Akan lebih seru, sih, jika ditonton bersama teman satu geng, ini, atau keluarg yang sudah ‘cukup’ umur agar bisa tertawa bersama. (f)
 
Foto: Marvel Studios 

Baca juga:
Syuting Film Kedua Fantastic Beast Telah Dimulai, Ini “Bocoran” Tokoh-Tokoh yang Akan Muncul
Transformers: the Last Knight, Perang ‘Dunia’ di Bawah Ancaman Optimus Prime
Wonder Woman dan Kegelisahan Wanita Terhadap Perang
 
 
 
 


Topic

#filmhollywood, #marvel, #spiderman

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?