Saat menikmati karya Patricia Piccinini, hentikan dulu semua kegiatan kita; aktifkan semua pancaindra, dan resapi makna karya hiperealistis itu sesuai interpretasi kita. Tetiba menitikkan air mata mungkin saja.
Patricia Piccinini merupakan perupa asal Australia yang terkenal akan karya patung campuran antara manusia dan hewan yang hiperealistis. Piccinini juga menghasilkan karya dalam media lain seperti lukisan, fotografi, dan video.
Karyanya menyelami batasan yang semakin samar antara hal buatan dan alami yang muncul dalam budaya dan pemikiran kontemporer, serta merefleksikan masa depan dan isu sosial yang ada di masyarakat kini.
Karya-karya Patricia kini dihadirkan pada pameran seni terbaru Museum MACAN Jakarta bertajuk Care.
"Saat pertama kali melihat (koleksi Care), kalian mungkin akan merasakan sedikit takut, tidak nyaman, maupun tidak mengerti. Akan tetapi, setelah keluar dari sini saya harap dan yakin kalian dapat mengerti dan menyukainya," ujar Patricia saat berjumpa media sebelum pameran dibuka untuk umum.
Pada acara itu, Patricia berbagi mengenai proses pembuatan patung makhluk mitologi bernama Chimera yang merupakan hibrida antara manusia dengan hewan serta makna-makna di baliknya.
Patung-patung yang menjadi mahakaryanya terlebih dahulu digambar oleh Patricia kemudian dibuat dengan berbagai material seperti silikon, leather, serat kaca, bahkan rambut manusia, memberikan penampakan yang terlihat begitu nyata.
Ia menjelaskan bahwa satu patung dapat memakan waktu berbulan-bulan untuk selesai serta perlu dikerjakan oleh banyak orang. Karyanya dibuat dengan gabungan metode tradisional maupun modern, membuat hasilnya kaya akan detail yang menakjubkan.
Pameran ini menampilkan 40 patung life-size atau ukuran sebenarnya, tiga instalasi video, serta instalasi Celestial Field yang terdiri atas ribuan bunga individual. Selain itu, terdapat instalasi yang secara khusus dibuat untuk dihadirkan di Indonesia dengan menggambarkan kehidupan yang sangat nyata dan dekat dengan yang ada di sekitar kita.
Patricia juga memberikan tips untuk menikmati pamerannya, "Saya menyarankan bagi yang berkunjung ke sini untuk datang dengan pikiran dan hati yang terbuka agar dapat benar-benar memperoleh pengalaman yang menyeluruh." Setuju banget.
Pameran Care di Museum MACAN AKR Tower Level M Jakarta terbuka untuk umum sampai 6 Oktober 2024.
Baca juga:
Ke Museum MACAN Merayakan Hari Seni Sedunia
ONNI Garden House, Oasis Urban Romantis di Jakarta Selatan
Grey Days 2024 Sukses Menjadi Ikon Gaya Hidup Komunitas Urban Jakarta
Salsa Umar
Topic
#museummacan