Pameran
Melihat Lebih Dekat Polkadot Ikonik Karya Seniman Jepang Yayoi Kusama

8 May 2018

 


Infinity Nest.

Foto : Citra Narada Putri | Femina Media


Masuk lebih jauh, kami menemukan sebuah transformasi motif yang berkembang seiring perjalanan Yayoi selama tujuh dekade. Pada awal  menekuni seni tahun 1950an, Yayoi fokus pada motif polkadot, lalu beralih ke motif jaring, kemudian bentuk labu. Setelah sempat menekuni seni dalam warna monokrom, ia kembali motif polkadot dan menyelesaikan Infinity Nets. Jadi bisa dibilang, lukisan ini memakan waktu hingga 7 dekade.

Di sebuah sudut lainnya, Anda akan menemukan sebuah ruangan dengan polkadot hitam yang mana di dalamnya terdapat sebuah instalasi cermin yang memberikan kesan polkadot tak terhingga. Namun di sini, Anda diharuskan untuk melepaskan alas kaki.

Advertisement
 


The Spirit of The Pumpkins Descended Into The Heaven.
Foto : Citra Narada Putri | Femina Media


Pada sejumlah sudut museum, Anda akan menemukan banyak instalasi peeking box (kotak intip) yang unik. Dimana pengunjung museum dapat mengintip sebuah ruang penuh kreasi menarik polkadot atau kotak-kotak dari celah yang sudah tersedia. Salah satu instalasinya adalah The Spirit of The Pumpkins Descended Into The Heaven (2015) dan I Want to Love on a Festival Night (2017).

 




Topic

#yayoikusama

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?