Unexpected atau "ketidakterdugaan" jadi intim pameran, yang menghadirkan ragam ekspresi para seniman dan desainer dalam menyoroti kejadian-kejadian tak terduga yang terjadi dalam masyarakat.
ICAD 14 menampilkan karya dari total 74 partisipan untuk tujuh kategori berbeda: Special Appearance Tribute, Special Appearance Region, In Focus, Featured, Special Zone, Collaboration, dan Open Call. Seluruh karya yang tampil di ICAD 14 dikurasi oleh Amanda Ariawan dan Prananda L. Malasan.
"Buah pemikiran Anida dan Masahiro ini sengaja ditempatkan di bagian depan karena mendorong publik untuk terlibat dan berdialog," kata Amanda, saat pembukaan pameran beberapa waktu lalu. "Pendekatan interdisiplin pada karya ini seperti menaikkan level pertanyaan tentang rumah, akar dari mana kita berasal, juga hal-hal terkait inklusivitas, ke area diskursus seni yang kuat."
Tak hanya seniman Indonesia, sederet seniman Asia Tenggara juga ikut serta, seperti Anida Yoeu Ali dan Masahiro Sugano (Kamboja) dan Jarupatcha Achavasmit (Thailand). Karya-karya mereka memperkaya pengalaman pengunjung di ICAD 14.
Maju terus seni dan desain kontemporer di Indonesia. Sampai jumpa di ICAD 2025! (f)
Topic
#feminaindonesia, #ICAD