Usaha CTI untuk mengenalkan tenun tidak hanya sebatas lewat buku, mereka juga membidik pasar lebih luas melalui pameran-pameran bertaraf internasional. “Kami sudah memboyong para perajin tenun untuk mengikuti pameran di Paris dan Washington. Pada bulan April ini kami akan menuju London untuk turut memamerkan tenun,” papar Oke. CTI juga mendaftarkan kain tenun pada UNESCO sebagai warisan budaya sebagaimana batik yang telah sebelumnya mendapat pengakuan. Pada kesempatan ini juga diadakan diskusi panel yang membahas tentang strategi mengenalkan dan memasarkan tenun pada skala internasional. (WH)