Sisihkan Dana untuk Tabungan
Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika mendapat gaji adalah memisahkan bagian untuk ditabung (termasuk investasi dan dana darurat). Pastikan dana tersebut keluar maksimal H+3 dari tanggal gajian.
Untuk memudahkan—sekaligus mengamankan dari niat Anda menggunakannya—buka tabungan yang bisa mendebet otomatis dari rekening Anda. Dengan begitu, uang untuk tabungan masa depan Anda nggak terusik.
Anda harus selalu tahu berapa jumlah pasti pengeluaran wajib setiap bulan. Yang termasuk dalam kategori pengeluaran ini adalah segala hal yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain jika tidak kita bayarkan, seperti cicilan utang, listrik dan telepon, transportasi harian, bahkan uang arisan. Ingat, biaya entertainment jangan Anda masukkan dalam daftar ini.
Jika sudah menjumlahkan semua, Anda pun tahu berapa besar yang harus dikurangi lagi dari gaji dan berapa sisa yang bisa digunakan untuk hal lain. Untuk membuat lebih disiplin, Anda bisa membuat checklist pengeluaran wajib bulanan, tuh. Pastikan Anda sudah melunasi semua di awal bulan.
Tinggalkan Kartu Kredit
Biasakan merencanakan penggunaan kartu kredit. Anda bisa membawanya ketika memang sangat membutuhkan fungsinya untuk kredit, misalnya ponsel hilang dan terpaksa membeli dengan mencicil. Atau pergunakan ketika ingin memanfaatkan fasilitas diskon atau point reward-nya.
Terlepas dari hal tersebut, ada baiknya kartu kredit Anda tinggal di rumah. Membawanya terus di dalam dompet bisa memancing sifat konsumtif Anda. Contohnya, Anda yang awalnya ingin langsung pulang setelah bekerja malah melipir ke mal untuk hangout atau shopping karena mengandalkan kartu kredit. Ingat, kartu kredit berguna sebagai pengganti uang tunai, bukan dana cadangan!
Cari tahu tip lainnya di Majalah Cita Cinta Terbaru No. 24 yaaa...