Home Interior
8 Hal yang Perlu Diketahui Saat Membeli Apartemen (3)

24 May 2016



Foto: Widi Wibisono

Bagi kelas menengah masyarakat perkotaan, memiliki tempat tinggal di apartemen memang merupakan pilihan favorit. Selain karena alasan investasi, keinginan untuk memiliki apartemen ini juga terdorong oleh perubahan gaya hidup masyarakat. Kemacetan yang makin menggila membuat waktu pergi dan pulang kantor tidak efisien lagi. Warga yang tinggal di pinggiran kota jadi ’tua’ di jalan. Sebab itu, mereka ramai-ramai hijrah kembali ke dalam kota dan memilih tinggal di apartemen.

Pembangunan apartemen memang sedang booming di Jakarta. Dengan beragam fasilitas yang ditawarkan, tak heran, penjualan apartemen pun laris bak kacang goreng. Tapi, jangan sampai Anda terjebak membeli apartemen hanya karena satu kelebihan yang ditawarkan oleh developer-nya. Tak apa-apa jadi pembeli yang sedikit ‘cerewet’ untuk kenyamanan hidup di apartemen nantinya.

Baca juga:
8 Hal yang Perlu Diketahui Saat Membeli Apartemen (1)
8 Hal yang Perlu Diketahui Saat Membeli Apartemen (2)

 
1/ Cari tahu jenis apartemen Anda. Apakah strata title atau service apartment? Jika strata title, berarti apartemen itu bisa Anda beli, tapi cermati bagian mana milik Anda dan bagian mana milik bersama. Jika service apartment, statusnya berarti Anda menyewa kepada pengelola.
 
2/ Sesuaikah kualitas bangunan, seperti  kusen, saniter untuk kamar mandi, dan dinding, pada saat penawaran dengan saat bangunan diserahterimakan oleh developer kepada penghuni?
Advertisement
 
3/ Hidup di apartemen memang lebih individualistis. Tapi, bukan berarti Anda tidak memikirkan kepentingan bersama. Untuk itu, jangan sampai tetangga komplain hanya karena Anda menggoreng terasi yang aromanya menyengat atau menonton DVD dengan volume yang keras.
 
4/ Ada beberapa apartemen yang tidak membolehkan penghuninya untuk memelihara binatang. Jadi, Anda tentu saja tidak dapat merawat binatang kesayangan.
 
5/ Bagaimana cara pembayaran apartemen, apakah tunai, bertahap, atau KPA? Jika melalui KPA, perhitungkan beban bunga yang harus dibayarkan. Contoh, jika ingin mencicil apartemen seharga Rp350 juta, maka Anda harus membayar uang muka sebesar Rp70 juta. Sisanya, sejumlah Rp280 juta, akan dikredit dengan KPA 3%. Berarti, minimal pendapatan satu keluarga (suami dan istri) harus Rp12 juta per bulan supaya 1/3-nya bisa dialokasikan untuk mencicil.
 
6/ Periksa kelengkapan surat-suratnya. Pembeli yang akan membayar tunai sebaiknya berhati-hati untuk memeriksa terlebih dahulu sertifikatnya. Jangan sampai, Anda sudah membayar lunas, tapi kemudian apartemen itu diagunkan kepada pihak ketiga oleh pengembangnya.
 
7/ Cermati apakah developer-nya berpengalaman dalam membangun apartemen. Anda tak mau kan, pembangunan apartemen yang sudah Anda lunasi pembayarannya, tiba-tiba berhenti di tengah jalan hanya karena developer-nya tidak bonafide. Tanyakan juga apakah arsiteknya juga sudah bersertifikat, karena hal ini menyangkut keselamatan penghuninya. Pertimbangkan juga manajemen yang berperan dalam pengelolaan apartemen. 
 
8/ Jika ada kegagalan bangunan, penghuni dapat mengadu ke kepolisian untuk kemudian diproses secara pidana. Hal ini terkait dengan  UU No.18/ 1999 tentang pertanggungjawaban pelaku jasa konstruksi serta UU No.28/ 2002 tentang pembangunan gedung. 
 
Heni Pridia



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?