Foto: Shutterstock
Umumnya, pada musim pancaroba ada beberapa keluhan kesehatan yang sering muncul seperti flu, batuk, panas dalam, dan diare. Menurut dr. Irwan Heriyanto, MARS, Chief of Medical Halodoc, musim pancaroba telah membuat penyebaran penyakit terjadi jauh lebih cepat, salah satunya disebabkan oleh kemampuan organisme patogen yang dapat bertahan hidup di luar inang.
“Hal ini karena musim pancaroba memiliki iklim yang cocok untuk patogen bertahan hidup, yaitu suhu, kelembaban, paparan sinar matahari, pH, dan salinitas sesuai dengan habitatnya. Ketika organisme patogen lebih mampu bertahan hidup, penyebarannya pun juga lebih mudah. Oleh karena itu, masyarakat perlu untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya serta mempersiapkan diri agar dapat menjalani puasa dengan sehat di musim pancaroba,” jelas dr. Irwan.
Terutama bagi Anda yang memiliki aktivitas tinggi dan harus tetap aktif selama bulan Ramadan, butuh ekstra asupan untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi agar daya tahan tubuh tetap prima. Daya tahan tubuh yang baik akan semaksimal mungkin menekan penularan berbagai penyakit.
Lantas apa saja yang dapat dilakukan masyarakat agar tetap sehat dalam menjalani puasa di musim pancaroba? Berikut beberapa tips dari Halodoc:
1/ Pastikan tidur cukup
Saat puasa, orang cenderung kekurangan waktu tidur karena harus terbangun pada dini hari untuk makan sahur. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu di musim pancaroba ditambah dengan berkurangnya asupan makanan dan minuman di siang hari juga memicu tubuh untuk mudah lelah dan mengantuk. Oleh karena itu, pastikan Anda memenuhi kebutuhan tidur selama 6-8 jam per hari. Durasi tidur yang cukup akan membuat imunitas tubuh tetap terjaga saat Anda harus tetap aktif bergerak dan berkegiatan.
2/ Berbuka atau sahur dengan makanan yang mengandung antioksidan
Antioksidan membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Saat musim pancaroba, tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit, sehingga mengkonsumsi makanan yang kaya antioksidan dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mempertahankan kesehatan. Beberapa makanan yang kaya akan antioksidan seperti brokoli, bayam, wortel, tomat, apel, stroberi, blueberry, dan anggur. Pastikan untuk mencukupi kebutuhan antioksidan tubuh setiap hari saat berpuasa, salah satunya dengan menyiapkan beberapa makanan tersebut sebagai menu buka puasa atau sahur.
3/ Perhatikan konsumsi kopi dan teh
Saat berpuasa, Anda perlu memperhatikan cara konsumsi teh atau kopi, terutama saat sahur. Kopi atau teh dapat menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan frekuensi buang air kecil. Hal ini akan berdampak pada rasa lemas yang akan timbul sejak pagi saat berpuasa. Selain itu, konsumsi teh yang terlalu manis sebaiknya dihindari saat sahur karena akan memicu rasa haus di siang hari, terutama di musim pancaroba dengan suhu udara yang dapat berubah secara ekstrem. Minuman terbaik pada saat sahur adalah air putih. Pastikan Anda minum air putih minimal dua gelas pada saat sahur.
4/ Jaga imunitas dengan konsumsi vitamin dan olahraga ringan
Tubuh akan kekurangan asupan gizi, air, mineral, dan vitamin selama berpuasa. Jika Anda tidak memerhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, bukan hanya merasa lelah, lesu, dan lemas saja, namun tubuh pun akan lebih rentan terhadap penularan penyakit yang identik muncul di musim pancaroba. Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi tubuh melalui vitamin dapat dilakukan untuk tetap menjaga imunitas tubuh. Vitamin A, D, C, zinc, yodium, dan magnesium jadi beberapa jenis suplemen yang perlu dipenuhi. Selain itu, olahraga dengan intensitas ringan juga disarankan untuk menjaga vitalitas tubuh. Anda dapat melakukan olahraga ringan seperti Yoga dan Pilates di malam hari setelah berbuka puasa dan beribadah.
Foto: Shutterstock
Pastikan Asupan Multivitamin Saat Mudik Lebaran
Jelang musim mudik Lebaran, dokter spesialis paru dari RSUD Banyuwangi, Ririek Parwitasari mengingatkan masyarakat yang berencana pulang mudik untuk menjaga daya tahan tubuh dengan baik.
“Berdasarkan pengalaman kami dokter-dokter di daerah, terjadi peningkatan pasien selama periode mudik lebaran. Umumnya kesehatan mereka menurun karena tidak mengimbangi aktivitas mudik dengan konsumsi vitamin. Apalagi mereka rata-rata tetap berpuasa, dan ini perlu didukung dengan asupan nutrisi yang optimal,” ungkap dokter Ririek seperti dikutip dari rilis yang dikirimkan Phapros kepada femina.
Apalagi menurut Ririek, tahun ini mudik akan berlangsung di tengah musim pancaroba. “Kita harus tetap memperhatikan kondisi badan karena cuaca saat ini mudah berubah, terkadang hujan dan terkadang panas sehingga sangat mempengaruhi daya tahan tubuh kita,” katanya.
Ia pun menyarankan agar masyarakat mengkonsumsi vitamin, buah dan sayuran selama bulan puasa. Apalagi kegiatan sehari-hari tidak ada yang berubah secara signifikan, sehigga tubuh tetap membutuhkan asupan mikro nutrient yang terdapat dalam vitamin agar tetap stabil dalam beraktifitas.
Terutama seminggu sebelum mudik, Ririek menyarankan agar masyarakat memperhatikan konsumsi gizi seimbang, serta mengimbangi aktivitas mudik dengan konsumsi vitamin. Apalagi jika tetap berpuasa saat mudik, ini perlu didukung dengan asupan nutrisi yang optimal, khususnya mereka yang membawa kendaraan pribadi.
“Jangan lupa, anak-anak juga harus diperhatikan. Anak-anak lebih rentan terhadap paparan radikal bebas saat mudik, apalagi jika mereka tetap ingin berpuasa. Orang tua harus benar-benar serius memperhatikan kebutuhan vitamin mereka,” tutup dokter Ririek. (f)
Baca Juga:
Ramadan Momen Perbaiki Pola Makan dan Hidup Sehat
Banyak Bakar Kalori, Olahraga Ini Tetap Bisa Dilakukan Saat Puasa
Tip Ramadan agar Keluarga Sehat
Faunda Liswijayanti
Topic
#dayatahantubuh, #puasa, #multivitamin