2/ Bersosial media secara positif
Ajarkan anak untuk memproteksi akun seperti menggunakan fitur keamanan untuk mencegah orang lain meretas akun dan menjaga privasi untuk menyaring siapa saja yang mengikuti, serta membatasi siapa yang bisa melihat postingan dan memberi komentar.
Instagram memiliki beberapa fitur yang dapat diaktifkan oleh para pengguna untuk menghindari komentar negatif di Instagram:
# Fitur pelaporan yang dapat Anda gunakan untuk melaporkan postingan maupun komentar yang ofensif, negatif dan melanggar Standar Komunitas Instagram.
# Filter komentar untuk mengendalikan komentar di postingan Anda dimana Instagram akan secara otomatis menyembunyikan komentar negatif di postingan Anda. Selain itu, Anda juga dapat membuat daftar kata ofensif versi Anda sendiri. Anda bahkan dapat memilih siapa saja saja yang dapat berkomentar di postingan Anda.
# Blokir akun dan komentar negatif di akun Instagram Anda. Akun yang Anda blokir tidak akan dapat melihat profil Anda maupun membuat komentar di postingan Anda.
# Batasi akun yang seringkali memberikan komentar negatif di akun Anda. Setelah fitur Batasi diaktifkan, komentar dari orang yang telah Anda batasi secara otomatis hanya akan bisa dilihat oleh orang tersebut. Anda, pengikut Anda, dan orang-orang lainnya tidak bisa melihat komen tersebut. Jika Anda merasa penasaran, Instagram tetap memberikan opsi untuk Anda melihat isi komentar tersebut dengan mengetuk pilihan “Lihat Komentar”. Kemudian, Anda memiliki kendali penuh untuk menyetujui komentar tersebut untuk bisa dilihat semua orang, menghapus komentar tersebut, atau mengacuhkannya.
Saringan komentar dapat melindungi anak dari perundungan. Di samping itu, ingatkan juga mereka untuk tidak melakukan perundungan terhadap orang lain, beri tahu bahwa kata-kata di media sosial bisa memberi efek yang nyata.
Bagi para orang tua, Anda juga dapat membantu menjaga keamanan anak remaja Anda di media sosial dengan mencari tahu informasinya lebih lanjut di Panduan Instagram untuk Orang Tua: http://bit.ly/panduaninstagramPDF
3/ Duplikasi
Tak hanya konten pornografi dan berbahaya, platform seperti WhatsApp juga bisa menjadi tempat anak mengalami ancaman atau perundungan. Anda bisa menduplikasi WhatsApp anak untuk berjaga-jaga. Menggunakan aplikasi seperti Cloneapp Messenger di Google Play, Anda tak hanya bisa membuka akun WhatsApp personal pada perangkat atau tablet yang berbeda, tapi juga berguna untuk memantau percakapan dalam WhatsApp anak. (f)
Baca Juga:
Hindari Penipuan via WhatsApp dengan 4 Tip Sederhana Ini!
Usaha Instagram Agar Lebih Aman Bagi Anak
Melindungi Data Pribadi Di Era Digital