Foto: Fic
Bagaimana masa depan video? Dalam Indonesia ICT Carnival yang ketiga, yang mengambil topik Big Video Summit, mengungkap, sejak beberapa tahun terakhir, sudah muncul video 4K Ultra High Definition (HD). Artinya, secara kualitas gambar, 4 kali lebih jernih dari Ultra HD yang ada sekarang. Kini, produsen televisi 4K Ultra HD sudah semakin mudah ditemukan. Banyak penyedia konten yang arahnya sudah ke 4K, antara lain, Netflilx, digital cinema, film Blu ray, You Tube, hingga Periscope. “Ini adalah tren user yang tidak bisa dielakkan,” ujar Mohamad Rosidi, Solutin Consulting, Huawei.
"Ke depannya, 4K Ultra HD ini akan menjadi mainstream. Televisi yang beredar sekarang, yakni televisi analog dan 8K, akan menemui senjakala.
Namun demikian, untuk menuju ke sana, yang masih menjadi PR adalah infrastruktur yang belum memadai. Televisi 4K Ultra HD akan berbasis digital dan membutuhkan bandwith yang amat besar, yakni 30 Megabyte yang berbasis fiber optic," tutur Chairil Anwar, VP Business Development APAC, Grey Juice Lab Ltd.
Dalam rangka mempercepat implementasi broadband dan video, Huawei bekerja sama dengan beberapa operator telekomunikasi di Indonesia untuk menyediakan solusi teknis menjamin pengalaman menonton video dengan kerjasama ekosistem untuk mengembangkan layanan video 4K Ultra HD. Salah satunya, menyediakan solusi end to end terdepan bagi operator. (f)