Dulu terbatas, sekarang bebas
Kalau dipikir-pikir, pada sekitar awal tahun 2000-an, hanya terbatas anak sekolah dan penyuka arloji digital yang mau mengenakan arloji jenis ini. Tapi sekarang, arloji pintar cocok dikenakan wanita yang berpakaian semiformal, karena model dan desainnya juga sudah semakin beragam dengan berbagai material.
Sebenarnya cikal bakal arloji pintar sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1972, dikutip dari laman Mediaindonesia; perusahaan Hamilton Watch Company dan Electro Data Inc, pada masa itu mengembangkan arloji digital pertama bernama Pulsar yang dibalut emas 18 karat. Wah! Tentunya penampilan jam digital ini sudah kelas premium, ya.
Sejak itu berbagai perusahaan produsen jam tangan berlomba mengembangkan teknologi jam digital.
Dari kemampuan terhubung dengan komputer hingga gaya hidup
Produk ini kemudian berkembang menjadi jam tangan pintar Seiko RC 1000 (dirilis tahun 1984) yang dapat terhubung ke komputer pribadi, memiliki memori internal, dengan mikroprosesor 8-bit Z-80, 2Kb RAM yang mampu menampung aplikasi penjadwalan, memo, waktu dunia, hingga kalkulator.
Lalu pada tahun 1988, dilansir dari laman TechTarget, TimexDatalink bersama Microsoft meluncurkan jam tangan yang dapat mengunduh data dari komputer secara nirkabel. Dan pada tahun 1990, Seiko kembali merilis Receptor MessageWatch, jam tangan yang dapat menerima pesan pager. Jam tangan pintar pun terus dikembangkan hingga dapat menjawab kebutuhan gaya hidup.
Sekitar tahun 2004, beberapa produsen jam tangan pintar berbasis Smart Personal Objects Technology (SPOT) Microsoft seperti Fossil dan Suunto mulai diperkenalkan ke masyarakat dengan beragam tampilan; dari yang sporty hingga elegan. Jam tangan ini mampu menerima berita, cuaca, bahkan update saham, layaknya email dan pesan instan menggunakan pemancar modulasi frekuensi.
Seakan menemukan ide cemerlang menjawab kebutuhan para pemilik ponsel pintar, raksasa produsen ponsel pintar iPhone merilis Apple Watch tahun 2010, disusul raksasa ponsel android, Samsung, memperkenalkan Samsung Galaxy Gear tahun 2013. Tak mau ketinggalan, Google pun meluncurkan Android Wear berbasis OS pada tahun 2014.
Memantau kesehatan hingga porsi olahraga
Ia dapat mengetahui kalori yang dibakar per hari, mendeteksi irama jantung saat tidur dan beraktivitas, menakar porsi jalan kaki juga saat berolahraga lainnya, dan masih banyak lagi.
Sebagai pemula yang ingin memperbaiki pola hidup, arloji pintar adalah salah satu cara penyemangat yang juga bisa menjadi 'mentor' untuk menjalani gaya hidup lebih sehat. Tampilannya pun lebih gaya tanpa mengurangi fungsi.
Beberapa waktu lalu Femina menghadiri peluncuran arloji pintar Huawei Watch Fit 3, arloji persegi buatan Huawei (produsen teknologi dan komunikasi asal Tiongkok) setelah sukses dengan arloji berlayar persegi lainnya, yakni Huawei Band 8, Huawei Band 9, dan Huawei Watch Fit Special.
Arloji pintar terbaru ini melengkapi fitur di smartwatch sebelumnya, seperti pemantau aktivitas tidur komprehensif (yang dapat mengukur waktu serta kualitas tidur), detak jantung, hingga kadar oksigen, dan lainnya. Ia juga hadir dengan fitur penghitung kalori yang dapat membantu meraih tujuan kebugaran.
Huawei Watch Fit 3 hadir dengan strap dan tampilan layar yang dapat disesuaikan selera penggunanya. Keunggulan ini membuat arloji ini lebih adaptif dengan gaya apa pun.
Sudah terbayang, dong, kalau kita menggunakan arloji pintar seperti ini, ternyata juga bisa memantau kesehatan mulai dari kita tidur sampai beraktivitas kembali esok hari.
Baca juga:
Teknologi Inovatif Zeiss Visufit 1000 di Zeiss Vision Center
Cerdas Ikutan Tren Gelas Multipakai
5 Sneakers yang Bikin Nyaman dan Stylish di Tengah Kesibukan
Ghina Athaya
Topic
#smartwatch, #jampenunjanglifestyle, #jamtanganpintar