Dok. NUSA Gastronomy
Baru-baru ini, tim Eijkman Institute berhasil mengirim Whole Genome Sequencing Covid-19 dari Indonesia untuk dikumpulkan ke situs lembaga internasional GISaid. Sampel dalam jumlah representatif ini membantu berkembangnya penelitian dunia terhadap Covid-19.
Bersama-sama ingin memerangi covid-19, komunitas Jalansutra mendukung dengan cara unik menyediakan makan siang nikmat untuk para peneliti Eijkman Institute. Ajakan donasi ini dibagikan di akun Instagram @komunitasjalansutra:
“Berita didapat dari JSer Prof @herasudoyo bahwa Lembaga Eijkman yang punya PCR - alat untuk deteksi Covid-19 - harus bekerja lembur untuk mengolah sampel tes Covid-19 dari seluruh Indonesia. Staf yang bekerja sekitar 50 orang, kesulitan mencari makanan karena kantin/warung yang beroperasi terbatas”.
Diinfokan Jalansutra, dalam sehari, dibutuhkan 50 porsi dengan harga donasi Rp30.000.
Setelah delapan pekan berjalan, donasi Tahap 2 dibuka. Kali ini, komunitas makan dan jalan-jalan besutan Alm. Bondan Winarno tersebut menggandeng restoran NUSA Gastronomy milik chef-restaurateur Ragil Wibowo.
Menunya berselang-seling, namun merupakan makanan Indonesia dengan nutrisi seimbang, melingkupi karbohidrat, protein, dan sayur.
"Ada olahan daging ayam, telur, boga bahari, dan daging, berbumbu kecombrang, sambal matah, semur, dan lainnya ," ungkap Brand Director NUSA Gastronomy, Tinus Hariadi.
Ingin bantu menyediakan makan siang bagi peneliti di lembaga ini melalui Jalansutra x NUSA Gastronomy? Donasi Anda dapat dilakukan melalui rekening Jalasutra yang detailnya bisa dilihat di sini. (f)
Baca juga:
Bikin Roti Sourdough, Tren Baking Rumit dan Anti Mager!
Luncurkan Website, DORE by LeTAO Mudahkan Pesan di Rumah Aja
Tip Mengolah Makanan Untuk Donasi Covid19 dari Chef Degan
Trifitria Nuragustina
Topic
#covid19, #fooddonationcovid19