Berbeda dari ternak sapi di Amerika yang diberi makan pakan jadi, di Australia ternak sapi umumnya dibiarkan bebas berkeliaran dan memakan rumput segar tiap harinya. Dari jenis sapi seperti inilah istilah daging sapi grass-fed muncul. “Dengan cara ternak natural seperti ini, sapi menjadi tidak stres sehingga memberikan kualitas daging sapi yang premium,” jelas Amelia Fyfield, Senior Trade Manager Food and Fibre Trade Victoria.
Saat dimasak, grass-fed beef akan berwarna kekuningan. Hal ini menjadi ciri tingginya zat karoten yang didapat dari rumput. Lemak dan kadar kolesterolnya pun lebih rendah dan kaya omega 3 sehingga lebih ramah bagi jantung dan mengurangi risiko kanker. Tidak hanya baik bagi kesehatan, tekstur daging grass fed juga lebih empuk dan lezat di lidah.
Sayang, belum banyak yang paham tentang keunggulan yang satu ini. Tidak heran jika baru sedikit saja restoran dan hotel di Indonesia yang menyajikan daging grass-fed. Stok daging grass-fed baru bisa didapat di pasar-pasar swalayan premium. (f)
Topic
#dagingsapigrassfeed