Karena memiliki aroma earthy yang khas dan label mewah yang dibawanya, jamur ini menjadi incaran para chef untuk meningkatkan prestise sajian ciptaannya. Bahkan, pencinta kuliner asal Prancis, Jean Anthelme Brillat-Savarin, menyebutnya the diamond of the kitchen.
Truffle sudah digunakan dalam masakan sejak abad ke-12, saat era klasik Italia. Di Roma, jamur ini digunakan dalam masakan untuk menambahkan aroma dan sebagai penguat rasa. Di era Renaissance (abad ke-14-ke-17), truffle menjadi hidangan spesial yang hanya bisa dinikmati oleh warga kelas atas. Sajian Truffle Stuffed Turkey adalah salah satunya. Di era yang sama, jamur ini juga dikenal di kawasan Timur Tengah, terutama Mesir.
Harga truffle bervariasi. Dua yang umum adalah black truffle dan white truffle. Black truffle atau perigold truffle banyak dipanen di daerah Prancis dan dijual seharga 1.000 hingga 2.000 dolar AS per kilogram. Sedangkan white truffle yang banyak ditemukan di Italia, dijual seharga 2.000 hingga 4.500 dolar AS.
White truffle merupakan truffle termahal di dunia karena kelangkaannya. Pada tahun 2014, di perkebunan truffle Sabatino, Italia, ditemukan white truffle seberat 1,89 kg yang memecahkan rekor truffle terbesar di dunia. Ini menggantikan rekor truffle terberat sebelumnya pada tahun 2010, yang hanya seberat 1,3 kg. Meskipun diperkirakan harganya akan mencapai 1 juta dolar AS, truffle ini hanya terjual dengan harga 61.250 dolar AS. (f)
Baca juga: Masakan yang Mengandung Jamur