Kue Keranjang, Simbol Seribu Makna
12 Jun 2016
Mungkin, hanya sedikit orang yang kenal nama
nian gao. Tapi, jika mendengar kue keranjang, dijamin tak ada orang yang tidak mengenalnya. Ya,
nian gao tak lain adalah kue keranjang yang harus ada saat
perayaan Imlek (tahun baru Cina). Dinamakan kue keranjang, karena bentuk cetakannya memang mirip keranjang.
Kue keranjang termasuk satu dari
12 macam kue yang harus ada untuk persembahan pada leluhur saat Imlek (sin tjia). Dalam Imlek, tak hanya penghormatan pada leluhur yang utama, tapi juga rasa syukur dan doa. Untuk itu, semua kuenya harus bercita rasa manis, agar kehidupan di tahun berikutnya menjadi lebih manis. Dulunya, kue keranjang dijuluki
ni-kwee (kue tahunan), karena hanya ada setahun sekali, yaitu enam hari menjelang Imlek (
jie sie siang ang) hingga malam Imlek. Sebagai sesaji, kue ini tidak dimakan hingga hari ke-15 (
cap go meh).
Nien kao atau
nian gao sendiri berasal dari kata
nian yang berarti tahun dan
gao yang berarti kue. Pengucapan kata
gao sendiri terdengar seperti kata ‘tinggi’. Karena itu, kue keranjang kemudian disusun tinggi atau bertingkat. Hal ini memberi makna peningkatan dalam rezeki dan kemakmuran. Di pucuknya, diletakkan kue
moho atau kue mangkuk merah, sebagai lambang agar kehidupan kian makmur.
Konon, kue keranjang lebih ditujukan untuk menyenangkan Dewa Tungku, agar membawa laporan yang menyenangkan kepada Raja Surga (
Yu Huang Da Di). Sebagai imbalannya, Raja berkenan memberi rezeki yang berlimpah. Bentuknya yang bulat melambangkan agar keluarga yang merayakan Imlek terus bersatu dalam menghadapi apa pun. Di Tiongkok, terdapat kebiasaan untuk menyantap kue keranjang sebelum menyantap nasi, agar keberuntungan selalu mereka terima sepanjang tahun.
(f)