Mungkin karena sudah terbiasa, orang Indonesia tidak begitu peduli dengan keripik tempe. Padahal, seorang pembuat tempe asal Amerika, Chad Oliphant, memaksakan diri datang ke Indonesia untuk belajar membuat keripik tempe.
Sebagai salah satu makanan berlabel superfood, tempe memang sedang dilirik. Menurut Chad, keripik tempe bisa menjadi alternatif camilan yang lebih sehat. Namun, pembuatannya perlu proses yang sehat pula agar kandungan keripik tempe tetap terjaga.
Aliran senada juga dianut oleh Javara. Berkolaborasi dengan Indonesia Tempe Movement yang diprakarsai oleh Prof. Dr. F.G. Winarno, Javara mengeluarkan produk Tempe Chips.
“Tempe yang kami pakai untuk keripik ini dibuat oleh Indonesia Tempe Movement. Menggunakan kedelai non-GMO yang diambil dari petani mitra Javara,” ujar Helianti Hilman, Founder Javara.
Tepung sagu yang digunakan dalam campuran tempe juga menggunakan sagu natural yang didapat dari Sorong Selatan, Papua. Untuk menggorengnya, digunakan minyak kelapa organik Javara. Garam Bali Artisan juga dipakai untuk memberi cita rasa asin pada keripik tempe.
Kepingan tempenya mungil, pas untuk sekali suapan. Aroma ketumbar lambat laun tercium seiring mengunyahnya. Rasa asinnya dominan, cocok sebagai teman minum saat hangout dengan teman.
Saat ini, pemasarannya sudah mencapai negeri Singapura. “ Kami masih menggenjot kapasitas produksi untuk mencoba memenuhi permintaan yang datang, termasuk dari Jepang dan Amerika,” jelas Helianti.
Baca juga:
Saking Cintanya Pada Tempe, Pria Amerika Ini Terbang Ke Indonesia
Tempe Asli Indonesia
Topic
#tempe, #snack