Foto: dok. femina
Di Food Fighters, pembeli berhadapan dengan Blue Kakigori, minuman soda biru berisi jelly, es krim vanilla, dan permen kenyal, ‘dimahkotai’ gulali biru-magenta. Cocok ditemani taco koleksi Sloppy Bro, spesialis sajian Tex-Mex. Ada juga Satai Ayam Oma’s Kitchen yang bereksperimen dengan karamel yang ditambahkan pada bumbu kacang. Hadir samar rasa manis-pahit khas karamel!
Makanan yang lagi tren seperti martabak modifikasi juga ada di OTW Food Street. Martabak red velvet ber-topping Nutella milik gerai Martabak OTW tampak di beberapa meja tamu. Begitu juga dengan kue cubit warna-warni dan Cendol Grass Jelly yang sempat booming di Pasar Santa milik gerai Beyond Cendol & Duren Bar. Black Beef Burger juga ada, mengikuti tren warna hitam pada makanan. Selain ini, ada pula Bakso Tulang Sumsum. Anda tinggal menyedot saja sumsumnya menggunakan sedotan!
Kreativitas pengelola food court tak hanya sebatas makanan. Sebagai tempat hiburan, tak hanya perut yang dimanjakan. Itu sebabnya, beberapa food court menyelipkan berbagai jenis entertainment. Eat Republic, South Box, dan The Brewok’s melakukan hal yang sama dengan menyajikan live music di waktu tertentu.
Terinspirasi dari Central Park di New York, hadir The Boulevard, bersebelahan dengan Eat Republic. Kawasan ini terdiri dari taman, playground, hingga tempat pentas seni, memungkinkan para komunitas untuk berkumpul melakukan kegiatannya. Saat femina berkunjung, komunitas line dancing sedang berlatih di The Brewok’s.
Sebagai bagian dari Mal Summarecon Digital Center, food court The Brewok’s juga berdampingan dengan Scientia Square Park yang selalu ramai oleh keluarga urban. Ada fasilitas edukasi Paddy Field (sawah padi) dan Methamorphosis (taman kupu-kupu) untuk anak-anak. Memanjakan!