Foto: Stocksnap.io
Dapur Eropa melakukan pengawetan untuk memproduksi ikan kering atau stockfish yang diolah dari ikan cod. Di tangan bangsa Portugis, proses pengeringan ikan semakin berkembang. Garam menjadi media untuk pengawetan ikan. Ikan cod diasinkan selama 2-3 minggu di atas batu-batu (clips) di tepi pantai dan dikenal dengan hasil clipfish atau ikan cod asin.
Sejak saat itu garam menjadi bahan baku yang mewah hingga pada abad ke-17 negara-negara di wilayah Eropa Selatan mulai menghasilkan garam murah untuk digunakan oleh negara-negara maritim di kawasan Eropa Utara. Proses pengawetan ikan dengan garam dan air garam pun semakin luas dikenal di kawasan Laut Tengah, Afrika Barat, Karibia, hingga Brasil.
Pengawetan dengan metode pengasinan atau salting ini pun tetap menjadi yang paling populer hingga abad ke 19 metode pengawetan ikan semakin beragam dengan proses dan teknik yang lebih modern. (f)