Para ahli bahasa menganggap, kalimat ini adalah sebuah kiasan yang berarti “Lupakan kekerasan dan hal negatif yang telah terjadi. Ambil saja hal manisnya.” Cannoli memang tidak setenar tiramisu, tapi adegan ini memperlihatkan betapa disukainya cannoli oleh masyarakat Italia.
Keberadaannya yang sangat populer di Pulau Sisilia, di selatan Italia, mendapat pengaruh besar dari sajian Qanawat milik bangsa Arab yang sempat singgah. Sejarah menyebutkan bahwa dessert ini dulu disajikan saat festival sebelum dimulainya masa puasa oleh umat Katolik. Kini, cannoli dapat dinikmati kapan saja. Dalam festival yang umumnya dilakukan dengan parade dan pesta topeng ini, cannoli hadir sebagai simbol kesuburan.
Dessert ini sangat populer di Amerika Serikat berkat imigran asal Italia. Resepnya dimodifikasi sesuai bahan yang bisa mereka dapatkan di sana. Walau masih banyak toko kue yang membuatnya dengan ricotta, ada pula yang meramu isinya tanpa keju sedikit pun. Salah satu toko kue yang terkenal akan camilan manis ini di Amerika Serikat adalah Carlo’s Bake Shop yang berpusat di New Jersey. (f)