Foto: TN
“Appetizer berjudul Is the Chicken Thief a Fisherman bercerita tentang seorang nelayan yang mencuri telur dari kandang ayam kakek saya. Ketika dipergoki, ia tengah memasaknya sebagai campuran seafood tangkapan, hahaha!” ujar Fatih.
Hidangan lain bernama Noisy Dai Pai Dong menggunakan ikan turbot, bawang negi Jepang, saus gaya Kanton, dan saus XO. Nama untuk hidangan Cina modern ini terinspirasi dari pasar Dai Pai Dong, Hong Kong, yang selalu ramai. “Di pasar ini, kalau satu tempat jajan tidak riuh-rendah, berarti tidak enak!” ucapnya, tergelak.
Acara yang berlangsung di The Residence OnFive, Grand Hyatt, Jakarta, ini dirangkai Bank DBS Indonesia sebagai bagian dari kampanye #LiveMore. The Underground Supper Club pernah berlangsung di Hong Kong dan Singapura, melibatkan celebrity chef lain. Selama dua tahun pula Asian Food Channel diajak bekerjasama untuk menampilkan acara ini di layar kaca.
Adapun menunya adalah sebagai berikut:
The Underground Supper Club – Food for the Soul
Is the Chicken Thief a Fisherman
Egg/ uni/ eel/ kambishiya aged soy
Early Morning at Tsukiji Market
Chot-ro/ kaluga caviar/ avocado/ miso
Eggplant/ tofu/ yin & yang
Red Parfait
Foie gras/ brioche/ 16 years old balsamic
Season
White Asparagus/ greenpea/ morel
Noisy Dai Pai Dong
Turbot/ negi/ cantonese sauce/ XO
Roppongi Kaiseki
Blackmore wagyu short rib/ potato/ tendon/ soy bernaise
Trying to learn Mandarin
Mandarin/ crumble
Trifitria Nuragustina