Foto: Kementerian Pariwisata
Selama sepekan, ketiganya akan menyelami kuliner Indonesia di Bali. Mempelajari secara utuh bagaimana makanan Indonesia, khususnya makanan Bali dihadirkan dari ladang hingga ke atas meja makan.
Di hari pertama, 5 makanan nasional, nasi goreng, rendang, satai, soto, dan gado-gado, diperkenalkan. Degan Septoadji, salah satu chef yang gencar mempromosikan sajian Nusantara di panggung internasional, didaulat sebagai mentor.
Foto: IA
Di hari berikutnya para chef mengikuti Denpasar Day Foodie Tour bersama Good Indonesian Food untuk menyicipi street food di Bali. “Selama 4,5 jam, mereka berjalan kaki hingga merasakan serunya naik ojek. Para chef mengelilingi kota Denpasar yang sarat sejarah,” ujar Vita Datau, Ketua Tim Percepatan Wisata Belanja dan Kuliner Kementerian Pariwisata.
Di hari kelima, ketiganya dipertemukan dengan chef berbakat Mandif Warokka. Mandif mempersilakan ketiganya untuk melihat bagaimana ia bekerja di dapur kreatifnya yang menghasilkan sajian Indonesia dalam gaya modern.
Tak hanya menjajal jajanan kaki lima, mereka juga ikut merasakan keseharian masyarakat Bali memproduksi beras di sawah hingga membuat garam laut. Dipandu oleh Kasida dari restoran Nusantara by Locavore, Mengunjungi pasar tradisional dan mengenal bahan lokal yang hampir terlupakan, juga termasuk dalam agenda.
Foto: IA
Di penghujung progam, ketiganya akan memasak makanan Indonesia dalam prespektif yang berbeda. Nantinya, hidangan Indonesia akan ditampilkan dan dipromosikan di restoran mereka di London. Ringkas cerita, ketiga restoran ini akan menjadi mitra Kementerian Pariwisata dalam mempromosikan wisata kuliner Indonesia.
Tak dapat dipungkiri, kuliner adalah bagian yang tak bisa dipisahkan dari pariwisata. Dan biasanya, kuliner menjadi salah satu pertimbangan wisatawan untuk datang ke sebuah destinasi. (f)
Topic
#wisatakuliner, #bali