Ernest Silanoe dan Aji 'Chen' Bromokusumo.
Potongan wortel, lobak, mentimun, kacang, dan salmon lumrah jika sedikit berhamburan di meja. “Pasalnya, makin tinggi gerakan tangan melontarkan salad ke udara, diharapkan makin tinggi rejeki di Tahun Babi Tanah,” ujar Chief Marketing Officer Broadway Group Jakarta, Ernest Silanoe, di tengah peluncuran set menu Chinese New Year untuk restoran Lei Lo.
Ia mensimulasikannya bersama Aji ‘Chen’ Bromokusumo, Sekjen ASPERTINA (Asosiasi Peranakan Cina) yang dihadirkan untuk mengisi diskusi makanan Imlek. Sejarah Yu Sheng, makna makanan khas, hingga sejumlah salah kaprah terkait perayaan Imlek, dikupas oleh pemerhati kuliner peranakan yang disegani ini.
Syarat tujuh sayuran warna-warni, diistilah qicai, menyimbolkan pluralisme. “Tidak ada pakem jenisnya, yang penting warna-warni. Di Indonesia, ini merujuk ke hidup kita yang berwarna, tidak monoton. Beragam ras, etnis, agama, warna kulit, itu filosofinya. Di Tiongkok saja ada lebih dari 56 etnis, dengan mayoritas etnis Han. Makanan adalah diplomasi utama yang bisa diterima di seluruh muka bumi. Cita rasa mempersatukan,” ujarnya Aji ‘Chen’. (f)
Baca juga:
Rekomendasi Tempat Makan Yee Shang di Tahun Baru Imlek
Dapur Rapi Ala Mika Hadi
Trifitria Nuragustina
Topic
#leilojkt, #chinesefood, #kulinerjkt, #imlek, #foodstory