Foto: VL
Kedai ilabulo ini adalah salah satu yang tersibuk di Gorontalo. Pembelinya bukan hanya warga asli, tetapi juga pendatang atau sering dijadikan sebagai oleh-oleh keluar kota.
Bahkan banyak sekali pemesan yang menggunakan jasa pengiriman lewat udara demi mendapat ilabulo di hari yang sama.
Konon, makanan yang rupanya seperti otak-otak ini dulunya adalah camilan para raja di Gorontalo. Mengutip cerita dari Amanda Katili Niode, penggagas Omar Niode Foundation, ilabulo dilambangkan para raja sebagai totombowata, yang dalam bahasa Gorontalo berarti bersatu padu dalam sebuah perbedaan.
Perbedaan di sini dilambangkan dari bahan-bahan pembuatnya, yaitu sagu, hati-ampela ayam, lemak ayam, dan rempah pedas, yang menjadi sebuah kesatuan yang nikmat. Cita rasa nikmat inilah yang menjadi perdamaian bagi para raja yang sedang berselisih. (f)
Baca Juga:
Destinasi Rasa Di Negeri Binthe Biluhuta
Roasted Baby Chicken, Menu Baru Pancious yang Bikin Ketagihan
Dijual 8 Dolar di Sydney, Donat Indomie Ini Bikin Heboh
Topic
#ilabulo , #kulinergorontalo