Suasana anak-anak 'menggapai' kerupuk dengan mulut selalu menggemaskan!
Kemeriahan ini tercatat sejak tahun 1950-an, ketika bermunculan bentuk-bentuk perkumpulan rakyat di tiap 17 Agustus. Keriaan ini terjadi karena kondisi politik dan keamanan negara sudah relatif kondusif saat itu.
Menurut informasi di laman resmi Kemendikbud Ristek, lomba-lomba tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia, tentang kondisi sulit semasa perang.
Di masa itu, kerupuk menjadi salah satu makanan pelengkap bagi bangsa Indonesia, terutama di sekitar tahun 1940an. Krisis yang menyebabkan perekonomian menurun, membuat masyarakat strata sosial dan ekonomi bawah harus bertahan hidup. Kerupuk menjadi salah satu penyambung hidup lantaran harganya yang terjangkau. Tanpa garam, tanpa kecap, kerupuk yang gurih membantu sepiring nasi menjadi lebih bercita rasa.
"Dahulu pelaksanaan lomba makan kerupuk hanya dilakukan oleh warga menengah ke bawah, tetapi sekarang tradisi lomba tersebut sudah berkembang dan merambah ke semua golongan masyarakat," tulis Kemendikbud Ristek.
Kreatifnya bangsa ini. Hanya melalui kerupuk, seru diundang lewat cara sederhana. (f)
Foto: Dok.Shutterstock
Baca juga:
Berekplorasi di Dapur Saat Pandemi, Nicholas Saputra Pede Dengan Masakannya
Seberapa Pedasnya Buldak Sauce Varian Extreme? Fans Kfood Perlu Tahu
Perluas Popularitas Daging Asap, RAMUASAP Authentic Smokehouse Dibuka di Kemang
Trifitria Nuragustina