Food Story
Cuma dua Hari di COPA, Santanera Bali Singgah ke Jakarta, Hadirkan Rasa Amerika Latin

17 Jul 2026

Advertisement

Hanya dua hari di COPA. (foto: Dok. 25hours Hotel Jakarta The Oddbird)

Setelah menjadi salah satu restoran yang paling banyak dibicarakan di Canggu, Santanera Bali untuk pertama kalinya membawa pengalaman bersantapnya ke Jakarta melalui kolaborasi eksklusif bersama COPA at 25hours Hotel Jakarta The Oddbird. Bertajuk Two Cities, One Table, menu kolaborasi ini hanya tersedia selama 17–18 Juli 2026, pukul 18.00–22.00 WIB.

Bagi penikmat kuliner, Santanera bukan nama baru. Restoran tiga lantai di kawasan Tanah Barak, Canggu, ini dikenal sebagai salah satu destinasi Latin American dining terbaik di Bali. Di bawah arahan Chef sekaligus co-founder Andrés Becerra, Santanera menggabungkan teknik memasak Amerika Latin dengan pengaruh Eropa dan hasil bumi Bali. Menu-menu mereka bertumpu pada teknik wood-fire cooking, fermentasi, chargrilling, serta bahan musiman yang dirancang untuk dinikmati bersama (sharing plates).

Andrés Becerra sendiri berasal dari Kolombia dan pernah bekerja di Bogotá, Melbourne, hingga Copenhagen sebelum menetap di Bali. Pengalaman lintas negara tersebut membentuk karakter masakannya: tetap berakar pada tradisi Amerika Latin, tetapi terbuka terhadap teknik modern dan penggunaan bahan lokal Indonesia.

Karakter itu bertemu dengan pendekatan Chef Matias Mardones di COPA. Chef asal Chile tersebut dikenal melalui hidangan Amerika Latin yang berfokus pada teknik memasak menggunakan bara api (fire-led cooking) dan cita rasa yang tegas. Kesamaan filosofi inilah yang menjadi dasar kolaborasi, bukan sekadar menghadirkan guest chef, melainkan mempertemukan dua dapur dengan pendekatan memasak yang serupa.

Scallop Toston menjadi pembuka yang memadukan French scallop dengan sambal hijau di atas toston, pisang raja goreng yang merupakan salah satu makanan khas Amerika Latin. Hidangan ini menunjukkan bagaimana bahan Indonesia dapat masuk secara alami ke dalam resep tradisional Amerika Latin.

Sementara itu, Torta Ahogada merupakan interpretasi baru dari drowned sandwich khas Meksiko. Menggunakan house-made potato bun, ikan kakap merah, acar kol, serta prawn-habanero bisque, hidangan ini mempertahankan karakter aslinya namun terasa lebih ringan dan segar.

Menu utama menghadirkan Wood-Fired Quail, burung puyuh tanpa tulang yang dipanggang di wood-fired oven khas COPA, kemudian disajikan bersama jamur dan black mole. Teknik memasak menggunakan bara api menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh menu kolaborasi ini.

Kolaborasi ini juga menjadi kesempatan bagi penikmat kuliner Jakarta untuk mengenal lebih dekat Santanera tanpa harus terbang ke Bali. Sejak dibuka di Canggu, restoran ini dikenal berkat pendekatan ingredient-driven, daftar natural wineyang kuat, serta ruang makan bergaya kontemporer yang menjadikannya salah satu tujuan kuliner favorit wisatawan internasional maupun komunitas gastronomi Bali. Filosofinya sederhana: menghadirkan cita rasa Amerika Latin melalui bahan terbaik yang tersedia di Indonesia.

Kolaborasi COPA x Santanera Bali berlangsung pada 17–18 Juli 2026 di COPA at 25hours Hotel Jakarta The Oddbird. Mengingat hanya berlangsung selama dua malam, pengalaman ini menjadi kesempatan langka untuk mencicipi karakter Santanera di Jakarta tanpa harus ke Canggu. (f)



Trifitria Nuragustina


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?